Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan alasan guru dan tenaga pendidik turut menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa pemberian makanan tersebut tidak dimaksudkan sebagai jatah makan bagi para guru.
Menurut Sudaryono, keikutsertaan guru dalam kegiatan makan bersama merupakan bagian dari proses pendidikan. Guru dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif siswa selama program MBG berlangsung.
Penjelasan tersebut disampaikan Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Ia menerangkan bahwa kelompok penerima manfaat utama MBG tetap mencakup peserta didik, anak usia dini, ibu hamil, serta ibu menyusui. Sementara itu, guru dilibatkan terutama agar dapat menjadi contoh bagi siswa dalam menjalankan berbagai kebiasaan baik.
Sudaryono mendorong agar guru menyantap makanan bergizi tersebut bersama siswa di ruang kelas. Dengan demikian, kegiatan makan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat diperkenalkan kepada siswa. Misalnya, membiasakan diri mengantre saat mengambil makanan, menggunakan peralatan makan dengan baik, mencuci tangan sebelum makan, serta membagi makanan secara tertib.
Kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan guru untuk mengajarkan siswa berdoa sebelum makan, mengucapkan terima kasih, serta menumbuhkan rasa syukur atas makanan yang diterima.
“Guru mendapatkan MBG dalam konteks fungsi edukasi,” kata Sudaryono dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, praktik edukasi melalui kegiatan makan bersama itu telah diterapkan di banyak sekolah. Karena itu, keterlibatan guru dalam program MBG diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter sekaligus kebiasaan hidup sehat pada peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Sudaryono juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini aktif membantu kelancaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah.
Menurutnya, dukungan tenaga pendidik menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki nilai pendidikan bagi para siswa.(BY)







