Laporan :
Kasparman Piliang
Jambi, Fajarharapan.id – Kualitas udara di Kota Jambi mulai memburuk. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kota tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, menghimbau warga agar memakai masker apabila aktivitas di luar rumah, karena Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), sejak tiga hari terakhir mulai menuju ke level tidak sehat, sehingga Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), mulai mengancam kesehatan warga.
Data pemantauan kualitas udara Kota Jambi, Minggu pagi ini memasuki level terburuk.
Nilai AQI Jambi yakni mencapai 220. Artinya sudah memasuki kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 145,1 µg/m³.
Makin menebalnya kabut asap, membuat pendaratan sejumlah pesawat di Bandara Sultan Taha Jambi, mulai terganggu. Pesawat Batik Air dan Super Jet, Minggu kemarin mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Palembang, Sumatera Selatan karena Jarak pandang pagi hari di Kota Jambi hanya sejauh seribu (1000), meter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah menyebutkan, asap tebal yang menyelimuti ini, berasal dari karhutla yang terjadi di beberapa titik di Provinsi Jambi
“totalnya hingga pekan ini sudah mencapai 658,29 hektare,” ujarnya.
Karhutla terluas terdapat di Kabupaten Muarojambi, yakni mencapai 264,78 ha atau 40,22 % dari total luas karhutla di Jambi.
Di Kabupaten Sarolangun, 143,61 ha atau 21,82 %. Batanghari, 95,53 ha (14,51 %). Tanjungjabung Barat 58,10 ha (8,83 %), Tebo 39,26 ha (5,96 %), Tanjungjabung Timur 32,71 ha (4,97 %) dan karhutla di Bungo mencapai 14 ha (2,13 %).
Sedangkan jumlah hotspot (titik panas) di Provinsi Jambi selama Agustus 2026 mencapai 1.623 titik.







