Padang — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap setelah lebih dari 200 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Kepala DLH Sumbar Tasliatul Fuadi menjelaskan, data tersebut diperoleh melalui koordinasi dengan Dinas Kehutanan serta pemantauan satelit NOAA. Titik panas itu tercatat dalam rentang waktu 1 hingga 13 Agustus 2026.
“Berdasarkan pemantauan dan koordinasi dengan Dinas Kehutanan serta satelit NOAA, sejak 1 sampai 13 Agustus terdeteksi lebih dari 200 titik hotspot di Sumatera Barat,” ujar Tasliatul di Padang, Sabtu (15/8/2026).
Ia mengatakan, titik panas tersebut tersebar di beberapa kabupaten, antara lain Dharmasraya, Sijunjung, Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota.
Tasliatul mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi tersebut, terutama karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi periode puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga September.
Meski tanda-tanda kabut asap mulai terlihat di sejumlah lokasi, kondisi kualitas udara saat ini masih tergolong aman berdasarkan data pemantauan yang tersedia. Alat pengukur kualitas udara di Padang Pariaman menunjukkan kualitas udara dalam 13 hari terakhir berada pada kategori baik hingga sedang.
“Belum masuk kategori tidak sehat, apalagi sangat buruk. Kondisinya masih relatif baik dan indikatornya masih hijau,” katanya.
Di Kota Padang, sejumlah warga juga mulai merasakan adanya kabut asap dalam beberapa hari terakhir. Riko (42), warga setempat, mengaku kondisi tersebut cukup terlihat, terutama ketika memandang ke arah langit.
“Iya, saya tidak tahu penyebab pastinya. Namun kabut asap memang cukup terlihat karena pandangan ke langit menjadi kurang jelas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Riksi (32). Ia menilai kabut lebih mudah terlihat pada pagi hari. Menurutnya, kondisi tersebut terasa seperti pertanda akan turun hujan, meski cuaca justru panas dan tidak terjadi hujan.
“Seperti mau hujan, tetapi sebenarnya tidak hujan. Cuacanya malah panas dan terik,” katanya.(des*)







