Jakarta – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan terdapat tiga ruas jalan tol yang sedang diproses untuk penyesuaian tarif pada tahun 2026. Ketiga ruas tersebut saat ini masih menjalani tahapan evaluasi sebelum keputusan dapat ditetapkan.
Anggota BPJT dari unsur pemangku kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo, menyebut ruas tol yang tengah diajukan untuk penyesuaian tarif meliputi Tol Semarang–Batang, Tol Akses Patimban, serta Tol Cinere–Jagorawi (Cijago).
Menurut Sony, pembahasan mengenai usulan kenaikan tarif telah mulai dilakukan. Dari sejumlah ruas tol yang masuk agenda, baru sekitar dua hingga tiga ruas yang dinilai siap memasuki proses lanjutan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap pengajuan tidak akan langsung disetujui. Seluruh usulan masih harus melalui pemeriksaan Direktorat Jenderal Bina Marga, terutama terkait pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi syarat utama bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Ia menjelaskan, banyak operator tol mengajukan penyesuaian tarif karena telah memasuki jadwal evaluasi berkala. Namun, hasil pemeriksaan di lapangan kerap menunjukkan masih adanya aspek pelayanan yang perlu diperbaiki sebelum kenaikan tarif dapat diproses lebih lanjut.
“Jika hasil evaluasi menunjukkan SPM belum terpenuhi, maka pengajuan tersebut tidak akan kami lanjutkan sampai seluruh standar pelayanan benar-benar dipenuhi,” ujar Sony.
Sony menambahkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, BUJT memiliki hak untuk mengajukan penyesuaian tarif setiap dua tahun sekali sebagai bentuk penyesuaian terhadap inflasi. Oleh karena itu, pada 2026 terdapat sekitar delapan hingga sepuluh ruas tol yang secara jadwal telah memenuhi syarat untuk mengusulkan perubahan tarif.
Meskipun demikian, jadwal tersebut bukan menjadi jaminan bahwa seluruh permohonan akan disetujui. Pemerintah tetap menjadikan kualitas pelayanan sebagai faktor utama sebelum memberikan persetujuan atas kenaikan tarif.
Dengan demikian, hanya ruas tol yang berhasil memenuhi seluruh indikator Standar Pelayanan Minimal yang berpeluang memperoleh lampu hijau untuk melakukan penyesuaian tarif pada tahun ini.(BY)







