Kapuas  

Harga LPG 3 Kg Diduga Masih Lampaui HET, DPRD Kapuas Tegaskan Siap Kawal Pengawasan demi Lindungi Hak Masyarakat

Kuala Kapuas, fajarharapan.id – Dugaan masih ditemukannya penjualan Gas LPG 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kembali memicu perhatian publik. Keluhan masyarakat mengenai tingginya harga gas bersubsidi tersebut kini mendapat respons dari Anggota DPRD Kabupaten Kapuas dari Fraksi Partai Golkar, Algrin Gasan, S.Hut.

Menanggapi berbagai laporan yang berkembang di tengah masyarakat, Algrin Gasan menegaskan bahwa persoalan distribusi dan harga LPG bersubsidi merupakan isu yang tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga pengawasannya harus dilakukan secara serius.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, masukan, dan laporan dari masyarakat. Aspirasi seperti ini sangat penting sebagai bahan bagi kami dalam menjalankan fungsi pengawasan agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Algrin, Minggu (26/07/2026).

Ia menegaskan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah agar berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, setiap laporan mengenai dugaan penjualan LPG 3 kilogram di atas HET akan menjadi perhatian serius.

Menurutnya, DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar distribusi gas bersubsidi berlangsung sesuai aturan serta tepat sasaran.

“Jika memang masih ditemukan penjualan LPG 3 kilogram melebihi HET, tentu ini menjadi perhatian kami. Kami akan terus mengawal, melakukan pengawasan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar masyarakat memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Algrin Gasan juga menekankan bahwa amanah sebagai wakil rakyat tidak berhenti setelah proses pemilihan umum selesai. Ia memastikan komitmennya untuk terus hadir memperjuangkan kepentingan masyarakat selama masa jabatannya.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jalankan setiap saat, bukan hanya ketika momentum politik. Kritik dan masukan dari masyarakat menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dapat mengambil langkah nyata dalam mengawasi distribusi LPG 3 kilogram sehingga gas bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dengan harga sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Persoalan ini diharapkan segera mendapat penanganan serius agar keberadaan LPG bersubsidi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat kecil dan tidak membebani kebutuhan ekonomi warga. (FJR)