Padang, fajarharapan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat, Selasa (21/7/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang pada sore hingga malam hari.
Peringatan dini tersebut berlaku mulai pukul 18.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB. BMKG menyebut kondisi cuaca berpotensi terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Dharmasraya, Solok Selatan, Kota Padang, hingga Kota Sawahlunto. Cuaca ekstrem juga diperkirakan dapat meluas ke wilayah Pasaman, Kota Payakumbuh, serta beberapa kecamatan lainnya di Sumatera Barat.
Sebaaimana dikutip https://www.bmkg.go.id/, Kota Padang, kawasan yang diprakirakan berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Padang Selatan, Padang Timur, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, dan Pauh. Selanjutnya hujan diperkirakan dapat meluas ke Padang Barat, Padang Utara, Kuranji, hingga Nanggalo. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Sementara itu, wilayah lain seperti Batang Kapas dan Sutera di Kabupaten Pesisir Selatan, Tigo Lurah dan Pantai Cermin di Kabupaten Solok, serta sejumlah kecamatan di Sijunjung, Tanah Datar, dan Solok Selatan juga masuk dalam daftar daerah yang berpotensi diguyur hujan lebat. Kondisi tersebut dapat memicu genangan, banjir lokal, maupun gangguan aktivitas masyarakat apabila hujan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
BMKG menjelaskan bahwa informasi peringatan dini ini merupakan produk nowcasting, yaitu prakiraan cuaca jangka sangat pendek dengan rentang waktu 0 hingga 6 jam. Informasi tersebut diterbitkan untuk memberikan peringatan lebih awal kepada masyarakat agar dapat mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam waktu dekat.
Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, gangguan jaringan listrik, maupun berkurangnya jarak pandang saat berkendara. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi disertai petir.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan curah hujan. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang tidak berasal dari sumber resmi serta mengikuti pembaruan yang disampaikan BMKG secara berkala.
Hingga Selasa malam, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Barat. Apabila terjadi perubahan kondisi cuaca yang signifikan, pembaruan peringatan dini akan segera diterbitkan. Karena itu, warga diminta tetap waspada dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di berbagai wilayah Sumbar.(*)







