Gunung Semeru Kembali Erupsi, Abu Capai 4,5 Km

Gunung Semeru erupsi Minggu pagi, dengan sebaran debu vulkanik mencapai 4,5 km dan bergerak ke arah utara hingga Malang serta Lumajang.
Gunung Semeru erupsi Minggu pagi, dengan sebaran debu vulkanik mencapai 4,5 km dan bergerak ke arah utara hingga Malang serta Lumajang.

Jakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali memicu erupsi pada Minggu (13/9/2026). Dampak letusan berupa abu vulkanik terpantau menyebar hingga ketinggian sekitar 15.000 kaki atau setara 4,5 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan material vulkanik tersebut melalui citra satelit Himawari-9. Hasil analisis pada pukul 10.00 WIB menunjukkan abu bergerak menuju sektor utara.

Sebaran abu itu terpantau memasuki sebagian wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, meski cakupannya disebut masih relatif kecil.

Sebelum pemantauan BMKG tersebut, Gunung Semeru telah mengalami letusan pada pukul 06.20 WIB. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 900 meter dari atas puncak.

Dengan demikian, puncak kolom erupsi berada pada ketinggian sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut. Secara visual, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan kondisi cukup tebal.

Material erupsi saat itu bergerak ke arah utara hingga timur laut. Aktivitas letusan juga tercatat oleh alat pemantau gempa dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dan berlangsung sekitar 2 menit 25 detik.

PVMBG mencatat erupsi tersebut sebagai bagian dari aktivitas Gunung Semeru yang hingga kini masih berada dalam status Level III atau Siaga.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api diminta tetap mengikuti batas aman serta mematuhi seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Semeru juga disarankan diperoleh melalui kanal resmi pemerintah untuk menghindari informasi yang keliru.(BY)