Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Ini Penjelasan dan Batas Aman Kafein

Minum kopi bagi ibu menyusui boleh saja, asal tahu batas aman kafeinnya.
Minum kopi bagi ibu menyusui boleh saja, asal tahu batas aman kafeinnya.

Jakarta – Banyak ibu yang sedang menyusui sering menerima berbagai saran terkait makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari. Salah satu yang paling sering menjadi perdebatan adalah konsumsi kopi dan minuman yang mengandung kafein.

Kekhawatiran tersebut muncul karena kafein diketahui dapat masuk ke dalam ASI. Akibatnya, tidak sedikit ibu yang bertanya-tanya apakah kebiasaan menikmati secangkir kopi masih aman dilakukan selama masa menyusui.

Kafein Tetap Boleh Dikonsumsi

Bagi sebagian ibu, kopi menjadi teman setia untuk membantu mengurangi rasa kantuk setelah begadang merawat bayi. Kabar baiknya, para ahli menyatakan bahwa ibu menyusui tetap dapat mengonsumsi kopi selama jumlahnya tidak berlebihan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil kafein yang berpindah dari tubuh ibu ke dalam ASI. Persentasenya sangat rendah sehingga umumnya tidak menimbulkan dampak berarti pada bayi yang sehat.

Sejumlah pakar laktasi juga menilai kafein termasuk zat yang relatif aman bagi ibu menyusui jika dikonsumsi dalam jumlah moderat. Karena itu, tidak ada larangan mutlak bagi ibu yang ingin tetap menikmati secangkir kopi setiap hari.

Penelitian Tidak Menemukan Gangguan Tidur pada Bayi

Sejumlah studi telah meneliti hubungan antara konsumsi kafein ibu menyusui dan kondisi bayi. Salah satu penelitian yang melibatkan ratusan bayi menemukan bahwa asupan kafein ibu tidak berkaitan dengan gangguan pola tidur pada bayi berusia tiga bulan.

Meski demikian, para ahli tetap menyarankan agar konsumsi kafein dilakukan secara bijak. Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda sehingga respons terhadap paparan kafein melalui ASI bisa bervariasi.

Berapa Batas Aman Kafein untuk Ibu Menyusui?

Para tenaga kesehatan umumnya merekomendasikan batas konsumsi kafein sekitar 300 miligram per hari. Jumlah tersebut setara dengan kurang lebih dua hingga tiga cangkir kopi, tergantung jenis dan cara penyeduhannya.

Mengonsumsi kafein dalam jumlah sangat tinggi berpotensi menimbulkan efek pada bayi, seperti lebih mudah rewel, sulit beristirahat, atau tampak gelisah. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memperhatikan jumlah total kafein yang masuk ke tubuh setiap harinya.

Kadar kafein dalam ASI biasanya meningkat dalam satu hingga dua jam setelah ibu mengonsumsi minuman berkafein. Jika khawatir bayi sensitif terhadap kafein, ibu dapat mengamati perilaku bayi dalam rentang waktu tersebut.

Proses Kafein Masuk ke Dalam ASI

Setelah diminum, kafein akan diserap oleh sistem pencernaan dan masuk ke dalam aliran darah. Selanjutnya, zat tersebut diproses oleh hati sebelum akhirnya sebagian kecil berpindah ke ASI.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar 0,06 hingga 1,5 persen dari total kafein yang dikonsumsi ibu ditemukan dalam ASI. Angka ini tergolong sangat rendah dibandingkan jumlah yang masuk ke tubuh ibu.

Pada orang dewasa, tubuh biasanya mampu menghilangkan kafein dalam beberapa jam. Namun pada bayi, proses tersebut berlangsung jauh lebih lama karena fungsi organ hati dan ginjalnya belum berkembang sempurna. Itulah sebabnya konsumsi kafein tetap perlu diperhatikan selama masa menyusui.

Jangan Lupa, Kafein Tidak Hanya Ada di Kopi

Selain kopi, ada banyak produk lain yang juga mengandung kafein. Karena itu, ibu menyusui perlu menghitung total asupan dari berbagai sumber agar tidak melebihi batas yang dianjurkan.

Beberapa sumber kafein yang umum dikonsumsi antara lain:

Minuman energi
Teh hijau dan matcha
Teh hitam
Teh putih
Minuman bersoda
Produk berbahan dasar cokelat, termasuk minuman cokelat
Kesimpulan

Ibu menyusui tidak perlu sepenuhnya menghindari kopi. Konsumsi kafein dalam jumlah wajar umumnya dianggap aman dan tidak menimbulkan masalah bagi bayi. Namun, menjaga asupan tetap dalam batas yang direkomendasikan serta memperhatikan respons bayi setelah menyusu tetap menjadi langkah penting untuk memastikan kesehatan ibu dan buah hati tetap terjaga.(BY)