Xiaomi Perkenalkan Lengan Robot Pengisi Daya Mobil Listrik Otomatis di Rumah

Perangkat pengisian daya mobil listrik dengan lengan robotik Xiaomi.
Perangkat pengisian daya mobil listrik dengan lengan robotik Xiaomi.

JakartaXiaomi memperkenalkan inovasi baru berupa lengan robot otomatis yang mampu mengisi daya mobil listrik tanpa bantuan manusia. Teknologi ini dirancang untuk memudahkan pemilik kendaraan listrik (EV) yang ingin proses pengisian lebih praktis di rumah tanpa harus mencolokkan kabel secara manual atau pergi ke stasiun pengisian umum.

Perangkat tersebut dapat melakukan seluruh proses pengisian, mulai dari membuka port kendaraan, memasang konektor, hingga melepasnya kembali secara otomatis. Xiaomi menargetkan aksesori ini mulai dipasarkan pada kuartal keempat 2026 dan difokuskan untuk penggunaan di garasi rumah.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Xiaomi untuk menghadirkan solusi yang sebelumnya pernah diimpikan banyak perusahaan otomotif. Bertahun-tahun lalu, CEO Elon Musk sempat memperkenalkan konsep pengisian otomatis berbentuk lengan mekanik seperti “ular logam” yang dapat bergerak sendiri ke mobil, namun proyek tersebut tidak berlanjut ke tahap komersial.

Berbeda dengan pendekatan tersebut, Tesla kini lebih fokus pada teknologi pengisian nirkabel untuk beberapa proyek kendaraan masa depan, seperti robotaxi. Sementara itu, Xiaomi memilih jalur berbeda dengan tetap mengandalkan sistem konektor fisik yang dibuat lebih cerdas dan otomatis.

Mengacu laporan GSM Arena, desain lengan robot Xiaomi dibuat ringkas agar sesuai dengan kondisi rumah modern. Lebarnya hanya sekitar 152 mm sehingga tidak memakan banyak ruang di area garasi. Sistem ini dilengkapi teknologi pengenalan berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengarahkan konektor ke port kendaraan dengan tingkat presisi sangat tinggi.

Selain itu, sistem ini juga dapat berkomunikasi langsung dengan mobil untuk membuka dan menutup penutup port pengisian secara otomatis. Pengguna pun bisa mengontrol perangkat ini dari jarak jauh melalui ponsel pintar, karena sudah terintegrasi dengan ekosistem rumah pintar Xiaomi.

Dari sisi teknologi, pendekatan ini dinilai tetap unggul dalam hal efisiensi energi dibandingkan pengisian daya nirkabel. Sistem induksi nirkabel umumnya memiliki efisiensi sekitar 88–93%, sementara koneksi fisik dapat mencapai sekitar 95% karena tidak ada celah udara yang menyebabkan kehilangan energi.

Teknologi nirkabel juga biasanya memiliki batas daya tertentu, sementara sistem colokan fisik mampu mendukung pengisian daya lebih besar. Hal ini membuat metode konvensional yang diotomatisasi tetap dianggap lebih hemat untuk penggunaan jangka panjang.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu memasang perangkat tambahan yang rumit pada mobil listrik mereka. Lengan robot dapat bekerja dengan berbagai jenis kendaraan yang sudah menggunakan port standar.

Hingga saat ini, Xiaomi belum mengumumkan harga resmi untuk perangkat tersebut. Produk ini akan bersaing dengan sejumlah pengembangan teknologi serupa dari berbagai perusahaan.

Di China, beberapa produsen seperti Li Auto dan Huawei melalui ekosistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) juga tengah mengembangkan sistem pengisian otomatis untuk kendaraan listrik mereka.

Selain itu, perusahaan infrastruktur seperti Star Charge juga menghadirkan robot pengisian otomatis dengan kemampuan koneksi cepat dan dukungan pengisian daya berkecepatan tinggi. Tidak hanya di China, beberapa produsen global seperti Hyundai juga telah menguji teknologi serupa di area publik seperti bandara.

Dengan fakta bahwa sebagian besar pengisian daya kendaraan listrik dilakukan di rumah, kehadiran lengan robot Xiaomi berpotensi menjadi solusi praktis jika dibanderol dengan harga yang kompetitif dan mudah diadopsi pengguna.(BY)