Tanah Datar, fajarharapan.id – Upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap administrasi kendaraan bermotor terus digencarkan. Tim Pembina Samsat Batusangkar menggelar razia gabungan di kawasan Simpang Aspol, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Senin (27/4).
Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, mulai dari Jasa Raharja Batusangkar, Satlantas Polres Tanah Datar, hingga jajaran Samsat setempat. Sinergi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu untuk mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Dalam operasi tersebut, petugas menghentikan sejumlah kendaraan untuk memeriksa kelengkapan administrasi. Fokus utama pemeriksaan mencakup Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang masih kerap diabaikan oleh sebagian pengguna jalan.
Tak hanya penindakan, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pengendara. Sosialisasi ini menitikberatkan pentingnya pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai bentuk perlindungan dasar bagi masyarakat saat terjadi risiko kecelakaan di jalan raya.
Razia tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengenalkan berbagai program keringanan pajak. Di antaranya diskon pajak kendaraan untuk angkutan barang dan penumpang umum, serta program apresiasi bagi wajib pajak yang taat.
Selain itu, masyarakat juga diajak memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi SIGNAL. Aplikasi ini dinilai mampu memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.
Di lapangan, petugas turut menyampaikan imbauan keselamatan kepada para pengendara. Masyarakat diminta selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara, serta memastikan kelengkapan surat kendaraan saat beraktivitas di jalan.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menegaskan bahwa razia gabungan bukan semata-mata penegakan aturan, melainkan juga sarana edukasi publik.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara penindakan dan sosialisasi dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efisien dan transparan, termasuk dalam hal pembayaran pajak kendaraan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Tanah Datar semakin disiplin dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan. Kepatuhan tersebut tidak hanya berdampak pada tertib administrasi, tetapi juga berkontribusi terhadap keselamatan dan perlindungan seluruh pengguna jalan.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Sumatera Barat.(*)





