Bupati Padang Pariaman Akhiri Penyaluran Bantuan UMKM Pascabencana

Padang Pariaman – Tak semua yang hancur karena bencana bisa langsung bangkit. Tapi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (10/4/2026), Bupati John Kenedy Azis seperti menegaskan satu hal. Pemerintah tidak akan membiarkan pelaku UMKM tenggelam sendirian dalam luka panjang pascabencana.

Tahap keempat penyaluran bantuan menjadi penutup dari rangkaian panjang yang melelahkan, sebanyak 120 UMKM menerima bantuan di hari itu.

Namun di balik seremoni sederhana, tersimpan beban harapan dari ratusan pelaku usaha yang sempat kehilangan arah.

Total 570 UMKM kini telah disentuh bantuan dari 605 yang terdata. Angka itu terdengar tegas, tetapi menyisakan pertanyaan diam. Bagaimana dengan yang tersisa? Di sinilah kebijakan diuji. Antara keterbatasan anggaran dan tuntutan keadilan.

Didampingi Kepala Dinas Perindagkop Naker, dan Ketua TP PKK Nita Christanti Azis, Bupati.John Kenedy Azis menegaskan bahwa bantuan ini bukan basa-basi politik.

Ia menyebutnya sebagai bukti kehadiran negara, diperkuat dukungan berbagai pihak termasuk jejaring nasional yang ikut mempercepat proses pemulihan.

Namun nada bicaranya tak sepenuhnya lembut. Ia mengingatkan para penerima. Bantuan ini bukan untuk disimpan, apalagi disalahgunakan.

“Bangkit dan berproduksi,” pesannya singkat, tapi menekan. Karena setelah ini, tidak ada lagi alasan untuk diam.

Di balik distribusi itu, ada proses yang tidak sederhana. Kepala dinas, Hendri Satria, memastikan setiap bantuan melewati saringan ketat. Verifikasi lapangan, asesmen kebutuhan, hingga validasi dampak. Hanya yang benar-benar terpukul yang bisa masuk daftar penerima.

Empat tahap penyaluran menjadi bukti bahwa pemulihan tidak bisa instan. Dari 100, melonjak ke 250, kembali 100, hingga ditutup 120. Angka-angka itu seperti grafik perjuangan. Naik, turun, tapi terus bergerak menuju satu tujuan: bangkit.

Dan di antara data itu, ada cerita yang tak bisa diwakili statistik. Seorang pedagang bakso di Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, kehilangan segalanya saat banjir datang.

Warungnya hanyut, penghasilannya lenyap.Bantuan ini, baginya, bukan sekadar uang. Tetapi kesempatan kedua untuk hidup.

Program ini memang selesai. Tapi bagi para UMKM, inilah awal ujian sesungguhnya. Bantuan sudah di tangan, yang tersisa adalah keberanian untuk bangkit.

Dan bagi pemerintah, satu hal tak boleh dilupakan: kehadiran sejati bukan saat memberi, tetapi saat memastikan mereka benar-benar berdiri kembali.(bay).