Padang Pariaman – Ruang pelantikan itu mendadak terasa lebih sunyi dari biasanya. Bukan karena sepi, melainkan karena kata-kata Bupati John Kenedy Azis menghantam tanpa jeda. Menyentil langsung nurani 54 ASN yang baru saja mengucap sumpah, Kamis (9/4/2026) di Aula Kantor Bupati. Ini bukan pidato biasa. Ini peringatan.
Di hadapan para abdi negara yang baru dilantik, Bupati John Kenedy Azis dalam sambutannya seperti menolak memberi ruang nyaman.
Ia membongkar ilusi lama bahwa menjadi PNS adalah jaminan aman. “Ini amanah, bukan hadiah,” pesannya tajam, seolah ingin memutus cara pandang yang selama ini keliru.
Prosesi sakral yang biasanya berlalu datar, kali ini terasa berbeda. Sumpah jabatan tidak dibiarkan menjadi formalitas kosong.
Ia ditegaskan sebagai janji yang akan dimintai pertanggungjawaban. Bukan hanya di hadapan atasan, tetapi juga di hadapan Tuhan. Tidak ada tempat bersembunyi dari kata-kata itu.
Sorotan paling keras diarahkan pada penyakit lama birokrasi: integritas yang mudah goyah, disiplin yang longgar, dan pelayanan yang sering terbalik arah.
Bupati John Kenedy Azis menyebutnya tanpa tedeng aling-aling. Bahwa jabatan tanpa moral hanya akan melahirkan pengkhianatan terhadap rakyat.
Empat pesan yang disampaikan bukan sekadar nasihat, melainkan garis batas. Jangan menyalahgunakan kewenangan. Tegakkan disiplin tanpa kompromi. Tingkatkan kapasitas diri atau tertinggal. Dan yang paling mengiris. Hentikan mental ingin dilayani.
ASN, katanya, harus kembali ke jati diri sebagai pelayan publik.Khusus bagi pejabat pengawas P2UPD, peringatan itu bahkan lebih keras. Mereka diminta tidak bermain aman.
“Pengawasan harus objektif, berani, dan bersih dari kepentingan. Jika tidak, mereka justru menjadi bagian dari masalah yang seharusnya mereka awasi,” tegas dia,
Di ujung acara, tak ada tepuk tangan yang terasa ringan. Yang tersisa justru semacam beban moral yang menggantung di udara.
Pesan itu jelas. Msa depan daerah bukan ditentukan oleh rencana besar di atas kertas, tetapi oleh keberanian ASN menjaga integritas saat tak ada yang melihat.(bay).






