Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif kembali menggulirkan program pengembangan talenta digital bertajuk Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI guna meningkatkan produktivitas.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia melalui pembelajaran daring yang fleksibel. Materi pelatihan disusun dengan standar global dan dikembangkan bersama Dicoding Indonesia.
Menurutnya, BDT 2026 hadir sebagai solusi atas kesenjangan keterampilan (skill gap) dan kebutuhan talenta digital yang terus berkembang, terutama dalam bidang AI.
“Program ini bertujuan memastikan peserta memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini sekaligus menjawab kebutuhan industri,” ujar Himam dalam peluncuran di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan, inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan talenta digital.
Program hasil kolaborasi dengan Dicoding ini mengusung tema “Productivity with AI Bootcamp”. Fokus utamanya adalah membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam penggunaan AI, mulai dari pemilihan tools yang tepat hingga teknik prompt engineering yang efektif.
Mengacu pada peta jalan kecerdasan artifisial nasional 2025, sekitar 36 persen tenaga kerja Indonesia membutuhkan peningkatan keterampilan, baik melalui upskilling maupun reskilling. Hal ini menunjukkan pentingnya program pelatihan seperti BDT 2026 dalam menyiapkan SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
CEO Dicoding, Narendra Wicaksono, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Badan Ekraf telah berlangsung sejak 2016 dan memberikan dampak signifikan. Selama periode tersebut, program kolaborasi telah menghasilkan ribuan sertifikasi di bidang teknologi serta ratusan ribu talenta digital yang mendapatkan peningkatan kemampuan.
Ia juga menyoroti tren penggunaan AI yang semakin luas di kalangan pengembang. Berdasarkan survei internal Dicoding, mayoritas developer telah memanfaatkan AI dan merasakan peningkatan produktivitas dalam pekerjaan mereka.
BDT 2026 akan membuka kesempatan bagi sekitar 2.200 peserta. Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online melalui platform learning management system (LMS) Dicoding. Peserta akan mendapatkan materi mulai dari pemanfaatan AI secara praktis, strategi kerja yang efisien, hingga pemahaman etika dalam penggunaan teknologi.
Sementara itu, COO Dicoding, Dimas Catur Wibowo, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini.
“Melalui program ini, peserta diharapkan mampu menguasai AI secara aplikatif sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing di dunia kerja,” ujarnya.(BY)






