Bukittinggi— Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja Sumatera Barat melalui Kantor Cabang Bukittinggi kembali menggelar kegiatan Pelayanan Kesehatan (MUKL) bagi kru angkutan umum dan penumpang di Pool PO Palala dan Al-Hijrah, Bukittinggi, Senin (23/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi preventif yang terus didorong Jasa Raharja, khususnya pada titik-titik transportasi dengan mobilitas tinggi, seperti pool dan terminal angkutan umum. Kehadiran layanan kesehatan di lokasi tersebut diharapkan dapat memastikan kondisi fisik para kru, terutama pengemudi, tetap prima sebelum melakukan perjalanan.
Sebanyak 21 orang tercatat mengikuti pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan layanan pengobatan secara gratis. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan yang mudah diakses, khususnya bagi para pekerja sektor transportasi yang memiliki aktivitas padat dan tingkat kelelahan yang tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Raharja menggandeng tenaga medis profesional, yakni Dokter Lusfinaldi bersama Perawat Putri Fharas Swandi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat sesuai dengan hasil diagnosis dokter.
Pelayanan kesehatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mengurangi potensi risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap dipicu oleh faktor kesehatan, seperti kelelahan, tekanan darah tinggi, maupun kondisi medis lain yang tidak terdeteksi.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Jasa Raharja dalam menghadirkan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat, tidak hanya pada saat pascakecelakaan, tetapi juga melalui pendekatan preventif.
“Pelayanan kesehatan ini merupakan langkah preventif yang kami lakukan untuk memastikan para kru dan penumpang berada dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh faktor kendaraan dan infrastruktur, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan pengemudi,” ujar Teguh.
Menurutnya, kehadiran Jasa Raharja secara langsung di titik-titik keberangkatan angkutan umum menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem keselamatan transportasi yang lebih komprehensif.
“Kami ingin memastikan bahwa upaya pencegahan dilakukan sejak awal, langsung di lapangan. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, diharapkan para pengemudi dapat lebih fokus dan waspada dalam berkendara, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, operator transportasi, hingga masyarakat.
“Jasa Raharja akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam menghadirkan program-program preventif yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa setiap upaya kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam menurunkan angka kecelakaan,” tambah Teguh.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya responsif, tetapi juga humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pendekatan jemput bola melalui pelayanan kesehatan di lokasi strategis dinilai efektif dalam menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Sumatera Barat berharap kesadaran masyarakat, khususnya kru angkutan umum, terhadap pentingnya menjaga kondisi kesehatan semakin meningkat. Dengan demikian, tercipta budaya berkendara yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan.
Ke depan, Jasa Raharja akan terus mengembangkan berbagai inisiatif preventif sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.(*)






