Pasaman, fajarharapan.id – Guna memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat bersama Polres Pasaman menggelar kegiatan sosialisasi bertema Keselamatan Berlalu Lintas serta Peran Jasa Raharja. Acara ini berlangsung pada Selasa, 4 Oktober 2025, bertempat di Aula Polres Pasaman, dan dihadiri puluhan peserta dari Bhayangkari Polres Pasaman.
Dua pemateri utama hadir dalam kegiatan ini, yakni Kasat Lantas Polres Pasaman, Iptu Afrizal, SH., MH, dan perwakilan Jasa Raharja, Hendro Martono. Keduanya menyampaikan materi yang menyentuh aspek penting keselamatan berkendara dan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Dalam paparannya, Iptu Afrizal mengajak para peserta untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak dari rumah. Ia menyoroti pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta larangan penggunaan ponsel saat mengemudi. “Banyak kecelakaan terjadi bukan karena faktor teknis, tetapi karena kelalaian dan rendahnya kesadaran pengendara,” ujarnya.
Sementara itu, Hendro Martono memaparkan fungsi Jasa Raharja sebagai lembaga yang memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, sebagaimana diatur dalam UU No. 33 dan 34 Tahun 1964. Ia menjelaskan secara rinci mekanisme klaim santunan, hak-hak korban, dan sinergi antara Jasa Raharja dengan instansi lain seperti kepolisian, rumah sakit, dan pemerintah daerah.
Kepala Cabang Jasa Raharja Bukittinggi, Fravasta Andreas, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Bhayangkari memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai keselamatan di lingkungan keluarga.
“Ibu-ibu adalah agen perubahan di rumah. Jika mereka paham aturan dan bahaya di jalan, mereka bisa menjadi pengingat dan pendidik yang efektif bagi keluarga,” kata Fravasta.
Ia juga menegaskan bahwa Jasa Raharja tidak hanya hadir saat kecelakaan terjadi, namun juga aktif dalam berbagai upaya pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, dan kampanye keselamatan lalu lintas secara berkelanjutan di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Selain menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Jasa Raharja, Kepolisian, dan Bhayangkari. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar prosedur santunan dan situasi lalu lintas yang mereka alami sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Pasaman, semakin meningkat. Upaya kolaboratif seperti ini diyakini mampu menurunkan angka kecelakaan dan membentuk budaya berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab.(*)






