Jambi  

Pemprov Jambi Siapkan Generasi Muda Berdaya Saing Internasional

Oplus_131072

Jambi, fajarharapan.id – Gubernur Jambi, Al Haris menyatakan upaya pemerintah yang terus menerus mempersiapkan generasi yang memiliki data saing nasional sampai internasional.

Pernyataan ini disampaikannya saat pembukaan Chromatic Anniversary of Netco’s 48th Milestone (CINEMA) dalam rangka memperingati HUT ke-48 SMA Negeri 3 Kota Jambi, bertempat di SMA Negeri 3 Kota Jambi, Rabu (4/2/2026).

Menurut gubernur, SMA Negeri 3 Kota Jambi meneguhkan komitmennya dalam merealisasikan maupun membentuk generasi yang berkarakter, adaptif terhadap perubahan zaman, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

“Saya memeberikan apresiasi terhadap SMAN 3 Kota Jambi yang semakin hari memiliki eksistensi dan konsisten dalam memberikan pendidikan bagi siswa,” sebutnya.

Salah satu yang harus diapresiasi menurut Al Haris adalah dari 14 bidang studi yang dites melalui Tes Kemampuan Akademik, sekolah ini ada 12 bidang studi yang di atas rata-rata nasional.

“Pola pendidikan yang telah bapak ibu guru berikan menghasilkan anak-anak yang memiliki kemampuan bertaraf nasional. Bahkan sudah ada yang diterima di Singapura. Artinya ananda tersebut luar biasa dan sangat membanggakan,” ujar Al Haris.

Al Haris menjelaskan bahwa saat ini pemerintah pusat fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

“Saat ini fokus dari bapak Presiden adalah bagaimana meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program-programnya diantaranya adalah revitalisasi membangun ribuan sekolah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan bahwa tanggung jawab ini menjadi tantangan dan tanggung jawab bersama. SDM ke depan sudah harus bertaraf nasional dan internasional.

“Dan seperti yang disampaikan bapak Presiden bahwa ada tiga tantangan yang harus menjadi perhatian yaitu narkoba, media judi online dan ketiga adalah paham radikalisme yang mulai menyerang anak-anak melalui media sosial,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan, jangan sampai kita bangga bermain dengan media sosial, mampu mengelola teknologi hari ini. Kita belajar digitalisasi yang luar biasa, tetapi di balik itu semua ada sekelompok orang yang menerobos masuk ke media sosial, mempengaruhi kepribadian anak-anak, merusak pola pikirnya, ini bahaya. Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai pemerintah, pendidik dan orang tua, jangan sampai modernisasi yang merusak kehidupan kita.***/kaz