Pemko Pariaman Dorong ASN Kuliah Pascasarjana ke Selandia Baru

Kota Pariaman – Langkah tak biasa datang dari Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat. Di tengah berbagai keterbatasan daerah, akses pendidikan kelas dunia justru dibuka lebar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mahasiswa.

Program beasiswa Manaaki New Zealand Scholarships untuk ASN menjadi pintu yang kini disodorkan. Bukan sekadar mimpi, tetapi peluang konkret menuju Selandia Baru.

Kesempatan itu diumumkan dalam Sosialisasi Beasiswa Luar Negeri Jilid II (New Zealand) yang digelar di Aula Balaikota Pariaman, pada Selasa (3/3/2026).

Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Mulyadi, berbicara lugas. Peluang teruntuk ASN ini bukan hanya tentang sekolah, melainkan tentang masa depan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman.

Beasiswa ini memberi kesempatan studi jenjang Pascasarjana (S2/S3) serta beberapa program S1 tertentu di berbagai universitas dan lembaga pendidikan di Selandia Baru.

Bukan program setengah hati, karena seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh pemerintah Selandia Baru. Mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, hingga dana penelitian.

“Manfaatkan peluang ini. Yakinlah, kesempatan yang diberikan adalah untuk meningkatkan SDM Kota Pariaman,” tegas Mulyadi.

Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Yota Balad–Mulyadi, akses peningkatan kompetensi ASN dibuka seluas-luasnya. Bahkan, ASN yang dinyatakan lolos akan diberikan cuti belajar oleh pemerintah daerah.

Di sisi lain, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, Mike Inggriani, menjelaskan bahwa Manaaki New Zealand Scholarships merupakan program beasiswa penuh yang ditujukan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Tujuannya jelas. Memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan pengetahuan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan dan ketahanan nasional di negara mitra.

Pendaftaran program ini telah dibuka sejak 1 hingga 31 Maret 2026. Waktu yang singkat, persaingan yang ketat, tetapi dampaknya bisa panjang.

Pemerintah Kota Pariaman berharap tidak hanya ASN yang bergerak, tetapi juga mahasiswa dan generasi muda yang berani melompat lebih jauh dari batas geografis kampung halaman.

“Bagi yang belum bisa mengikuti, sampaikan informasi ini kepada saudara, anak, dan kemenakan,” pesan Mulyadi.

Sebuah ajakan yang terdengar sederhana, namun sesungguhnya menyimpan ambisi besar. Menjadikan Pariaman tidak hanya dikenal dari pantainya, tetapi dari kualitas manusianya yang menembus dunia.(mak).