Undang Aktivis Yahudi Peringatan Tahun Baru Islam 1445 H, Pondok Pesantren Al-Zaytun Kembali Buat Heboh

Aktivis Yahudi, Monique Rijkers

JakartaPondok Pesantren Al-Zaytun kembali menjadi sorotan karena kontroversi yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Beberapa waktu lalu, Pondok Pesantren Al-Zaytun merayakan tahun baru Islam 1445 Hijriah.

Namun, peringatan tersebut menarik perhatian karena adanya hal yang berbeda dibandingkan dengan peringatan tahun baru Islam lainnya di Pondok Pesantren Al-Zaytun tersebut..

Acara peringatan tahun baru tersebut diduga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, termasuk aktivis Israel bernama Monique Rijkers.

Dalam video yang diunggah di akun YouTube resmi Al-Zaytun Official, Monique terlihat menyampaikan sambutan kepada seluruh jajaran Al-Zaytun.

“Shalom untuk Al-Zaytun. Salam damai dari saya Fakta Israel. Salam damai buat Syekh Panji Gumilang dan seluruh keluarga besar Al-Zaytun,” ucapnya.

Dalam sambutannya, Monique juga mengucapkan terima kasih karena diperbolehkan mengenakan pakaian dengan simbol Bintang Daud, yang sebenarnya dilarang digunakan saat berkunjung ke Betlehem.

“Saat saya berkunjung ke Betlehem, tour guide melarang saya memakai kaos ini. Tetapi di sini, di Indramayu, saya bisa masuk,” ungkap Monique.

Di tengah visi perdamaian yang dijunjung oleh Al-Zaytun, Monique menyampaikan pesan perdamaian.

Menurutnya, perdamaian harus dimulai dari Al-Zaytun.

“Damai dimulai dari Al-Zaytun untuk Indonesia yang lebih baik dan damai,” ujarnya.

Selain itu, Monique juga memuji Panji Gumilang karena dianggap telah membuka hubungan diplomatik antara Israel dan Indonesia untuk mencapai perdamaian di Palestina.

“Saya bangga karena yang membuka hubungan diplomatik Israel dan Indonesia adalah orang muslim, bukan dari kami orang Kristen. Tujuan dari hubungan diplomatik ini adalah untuk mencapai perdamaian antara Israel dan Palestina,” tambahnya.

Monique Rijkers merupakan aktivis pro-Israel asal Indonesia yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia adalah lulusan Fakultas Biologi Universitas Kristen Salatiga, namun telah menjalani karir sebagai jurnalis selama puluhan tahun.

Pada Oktober 2017, Monique bahkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah acara Christian Media Summit.

Setelah menjadi jurnalis selama beberapa tahun, ia memilih mendirikan yayasan bersama suaminya untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang Yahudi dan Israel.(ab)