Padang Pariaman – Di usia ke-193 tahun, Padang Pariaman, Sumatera Barat tidak merayakan dengan hingar-bingar. Daerah yang masih menyimpan luka bencana ini memilih jalan sunyi namun bermakna. Bersujud, berdzikir, dan mengetuk pintu langit.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menggelar Tabligh Akbar, Istighotsah, Dzikir, dan Doa Bersama di Masjid Al-Mughni, Kantor Bupati Padang Pariaman, Jumat (9/1/2026).
Agenda ini menjadi simbol bahwa kebangkitan sejati bukan hanya dibangun dari beton dan aspal, tetapi juga dari kekuatan iman dan persatuan batin. Dengan mengusung tema “Bangkit Lebih Cepat Menuju Padang Pariaman Tangguh”, ribuan jamaah larut dalam suasana khidmat.
Bupati John Kenedy Azis, bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, hadir langsung dan menyatu bersama unsur Forkopimda, jajaran pejabat daerah, camat, wali nagari, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa dzikir dan doa bersama merupakan ikhtiar spiritual yang tak bisa dipisahkan dari kerja nyata pemulihan daerah.
“Kita datang ke rumah Allah bukan sekadar memperingati hari jadi, tetapi memohon ampunan, keselamatan, dan kekuatan. Ini adalah cara kita menyatukan hati, agar Padang Pariaman mampu bangkit dan pulih dengan pertolongan Allah SWT,” ucapnya penuh keteguhan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus bekerja tanpa jeda untuk memulihkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mulai dari pemulihan sosial, penguatan ekonomi rakyat, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana.
Momentum hari jadi ke-193 ini, lanjutnya, harus menjadi titik balik. Bukan sekadar angka usia, melainkan panggilan moral untuk memperkuat keimanan. Merajut kembali persaudaraan yang sempat tercerai oleh bencana, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai fondasi daerah yang tangguh dan berdaya saing.
Suasana Masjid Al-Mughni kian menggetarkan hati saat dzikir bersama dipimpin Nurdin Tk. Sutan, diikuti seluruh jamaah. Lantunan doa mengalir, menyatu dengan harapan agar Padang Pariaman segera bangkit dari keterpurukan.
Acara ditutup dengan tausiyah Ustadz Maulana Al Ban Jari, yang menyampaikan pesan tentang keteguhan iman, kesabaran menghadapi ujian, dan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah yang pernah diguncang cobaan.
Di usia 193 tahun, Padang Pariaman memilih bersujud lebih dulu. Sembari meneguhkan tekad untuk bangkit, pulih, dan melangkah lebih kuat menuju masa depan.(r-bay).






