Akses Vital Bateh Samuik-Tombang di Nagari Sinuruik Kembali Terbuka Pasca-Longsor Satu Bulan

PASAMAN BARAT – Setelah lebih dari satu bulan terisolasi akibat longsor besar yang memutus akses jalan utama, warga Jorong Bateh Samuik dan Tombang, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, akhirnya bisa bernapas lega. Jalur transportasi vital tersebut kini sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat per Selasa (30/12/2025).

Longsor yang terjadi di Jorong Harapan, Nagari Sinuruik, sejak akhir November 2025, membuat material tanah dan batu menimbun jalan sepanjang ratusan meter. Akibatnya, akses satu-satunya menuju Bateh Samuik, Tombang, serta wilayah Tinggam dan sekitarnya terputus total, menyebabkan ratusan warga mengalami isolasi. Kebutuhan sehari-hari harus dipikul secara gotong royong, sementara distribusi bantuan logistik sempat bergantung pada helikopter BNPB dan upaya manual.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasaman Barat, Bambang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras bersama.

“Alhamdulillah, material longsor telah berhasil dibersihkan berkat kerja sama semua pihak. Saat ini penimbunan dan perbaikan jalan oleh tim Dinas PUPR sudah hampir rampung. Kendaraan roda empat dan roda dua sudah bisa melintas, meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih seperti semula,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan bahwa tim tetap akan melanjutkan perbaikan secara bertahap sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku, demi memastikan keamanan pengguna jalan di masa mendatang.

Masa tanggap darurat bencana alam di Kabupaten Pasaman Barat sendiri telah resmi berakhir pada Senin (29/12/2025). Namun, Bambang mengimbau seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu longsor susulan atau pergerakan tanah di wilayah pegunungan.

Dengan terbukanya kembali akses jalan menuju Bateh Samuik dan Tombang, harapan baru mulai terbit bagi warga Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau. Semangat gotong royong, kerja keras tim Dinas PUPR, serta dukungan dari berbagai pihak telah berhasil mengatasi cobaan yang cukup berat selama lebih dari sebulan terakhir. Meski perbaikan masih berlangsung secara bertahap, kembalinya konektivitas ini menjadi bukti nyata bahwa bersama-sama, masyarakat Pasaman Barat mampu bangkit dari setiap bencana.***