Medan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir, banjir bandang, dan longsor di tujuh wilayah. Bantuan dilepas langsung oleh Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti, didampingi para wakil ketua, anggota, serta jajaran Sekretariat DPRD Sumut dari halaman Gedung DPRD, Medan, pada Jumat (5/12/2025).
Tujuh wilayah yang menerima bantuan meliputi Medan Marelan, Medan Labuhan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.
Erni menekankan bahwa bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan rumah, fasilitas umum rusak, dan aktivitas harian terganggu.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang masih berjuang menghadapi dampak langsung dari bencana ini,” ujar Erni.
Bantuan yang disalurkan antara lain seragam sekolah, perlengkapan ibadah, pakaian dewasa dan anak-anak, pakaian dalam, handuk, popok bayi, dan pembalut wanita.
Sementara itu, Darnedy Kurnia Santi, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi masyarakat yang terdampak.
Menurut Nia Lim, sapaan akrabnya, bencana ini tidak hanya merusak rumah dan fasilitas, tetapi juga memisahkan banyak keluarga.
“Banyak ibu, ayah, dan anak yang kini kehilangan tempat tinggal. Ada yang masih mencari kabar anggota keluarganya. Bantuan fisik penting, tapi perhatian dan kepedulian moral juga tidak kalah penting. Kami ingin masyarakat merasa tidak sendiri di saat-saat sulit seperti ini,” kata Nia.
Ia juga menekankan bahwa bantuan ini harus sampai tepat sasaran. Koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan relawan menjadi kunci agar warga di daerah terpencil atau terisolasi tetap mendapatkan bantuan.
Selain itu, Nia Lim menyoroti kebutuhan mendesak lainnya, seperti ketersediaan bahan bakar, agar proses evakuasi dan distribusi bantuan tidak terhambat.
Menurutnya, kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan menyangkut nyawa dan keselamatan warga.
“Di masa bencana, setiap detik berharga. Kami berharap pemerintah pusat, provinsi, dan semua pihak terkait bekerja sama memastikan bantuan dan kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi secepat mungkin,” tegas Nia.







