Singkil, fajarharapan.id – Revitalisasi SD Negeri Takal Pasir, Kecamatan Singkil, yang bersumber dari APBN 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,748 miliar, terancam terganggu akibat potensi banjir akhir tahun.
Kepala sekolah SDN Takal Pasir, Aja Aminah, mengaku khawatir curah hujan tinggi dan kerawanan banjir di kawasan tersebut bisa menghambat progres pembangunan.
“Saya mengkhawatirkan revitalisasi sekolah ini terkendala banjir, sehingga pembangunan bisa terhambat tidak sesuai target,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).
Meski demikian, Aja memastikan tenaga kerja bukan menjadi masalah utama. Pihak sekolah bersama tenaga swadaya lebih memilih melibatkan masyarakat lokal yang memiliki keahlian dalam bidang konstruksi.
“Kami lebih memberdayakan masyarakat lokal selagi punya skill dalam pembangunan ini,” katanya.
Namun, kendala lain justru muncul pada pengadaan material kayu. Menurut Aja, kebutuhan kayu untuk mal dan tiang penyangga dan keperluan pembangunan tidak disuplai dari toko bangunan atau panglong, melainkan langsung dibeli dari masyarakat sekitar.
“Pengadaan kayu tidak melalui panglong atau toko bangunan, tetapi langsung dari masyarakat setempat,” jelasnya.
Terkait detail teknis serta progres fisik terkini, Aja menyarankan agar dikonfirmasi langsung ke konsultan pengawas proyek.
“Silakan konfirmasi ke Konsultan Pengawas, Ilham. Dia lebih mengetahui perkembangan di lapangan,” pungkasnya.*






