Labuhanbatu, Fajarharapan.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Rantauprapat turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Koperasi ke-78 tingkat Kabupaten Labuhanbatu yang digelar di Ballroom Suzuya, Rabu (17/9). Acara ini dihadiri oleh unsur koperasi, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta perwakilan perbankan.
Pemimpin Cabang BRI Rantauprapat Rian Darmawan melalui, Funding Transaction Manager Habibah Saragih, menyampaikan komitmen BRI dalam mendukung koperasi dan pelaku UMKM.
“BRI siap menjalin kerja sama dan berkolaborasi dengan koperasi untuk mendukung UMKM serta program Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Selain memberikan dukungan dalam bentuk sinergi program, BRI juga membagikan souvenir kepada peserta yang beruntung melalui undian doorprize.
Ketua Panitia, Tapa Simbolon, dalam laporannya mengungkapkan bahwa koperasi pertama kali berdiri di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947. Sejak itu, koperasi menjadi bagian penting dari sistem ekonomi nasional.
Mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur,” peringatan tahun ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peran strategis koperasi dalam membangun ekonomi daerah.
“Momentum ini diharapkan menjadikan koperasi lebih adaptif, inovatif, dan inklusif demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Labuhanbatu, Jamri, berkesempatan membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM yang menekankan pentingnya peran koperasi dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Visi tersebut menargetkan Indonesia menjadi negara maju secara teknologi sekaligus adil dan berdaulat secara ekonomi.
Menteri menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Salah satu langkah konkret adalah melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang saat ini telah terbentuk di lebih dari 80 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
“Kehadiran satu koperasi di setiap desa atau kelurahan adalah jawaban kita untuk mempercepat pemerataan ekonomi, mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat hingga pelosok, dan yang terpenting, menjadikan setiap desa dan kelurahan memiliki benteng ekonominya sendiri,” ungkap Wabup Jamri saat membacakan pidato tersebut.






