Bupati Padang Pariaman Warning Panitia Pembangunan SMAN “Jangan Jadi Rumah Sudah Tokok Babunyi”

Padang Pariaman – Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, DR. H. John Kenedy Azis, SH, MH, mengeluarkan peringatan keras kepada panitia pelaksana pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Sungai Geringging agar menjalankan proyek sesuai spesifikasi teknis.

Ia menegaskan, jangan sampai proyek senilai miliaran rupiah itu berujung menjadi kasus hukum.

“Jangan sampai terjadi seperti pepatah Minang, ‘Rumah sudah tokok babunyi’. Artinya, pekerjaan belum selesai, tapi masalah sudah datang,” tegas Bupati John Kenedy Azis saat memberikan pengarahan pada peletakan batu pertama kelanjutan pembangunan lanjutan SMAN 2 yang berlokasi di Palak Tabu, Kampung Kaciak, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, Sabtu (26/7/2025).

Ia mengingatkan bahwa proyek pembangunan sekolah selalu menjadi perhatian aparat penegak hukum. Oleh sebab itu, kualitas dan spesifikasi pekerjaan tidak boleh menyimpang.

“Saya perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk rutin turun lapangan setiap 15 hari. Pastikan volume, mutu, dan ukuran pekerjaan sesuai dengan bestek. Kita tidak ingin di kemudian hari muncul persoalan hukum,” tegasnya lagi.

Pembangunan SMAN 2 ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur H. Mahyeldi Ansharullah mengucurkan dana Rp 6,4 miliar pada tahun 2025, setelah sebelumnya mengalokasikan Rp 2 miliar pada tahun 2024.

Dana tersebut digunakan untuk membangun ruang kelas, laboratorium, kantor kepala sekolah, serta ruang tata usaha. Saat ini, SMAN 2 sudah menampung siswa di empat lokal yang dibangun sebelumnya, dan tahun ajaran 2025/2026 menerima siswa baru sebanyak tiga lokal.

Kepala SMAN 2 Sungai Geringging, Wardi Martono, M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah terhadap pembangunan fasilitas sekolah tersebut.

Sebelum acara peletakan batu pertama, Bupati John Kenedya Azis bersama Sekda, OPD, dan jajaran melakukan bersepeda dari kantor Camat Sungai Geringging menuju lokasi SMAN 2.

Kegiatan bersepeda ini menjadi bagian dari agenda “masuk kampung, keluar kampung” guna menyerap langsung laporan masyarakat terkait irigasi rusak, jembatan putus, dan akses jalan yang perlu perhatian segera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kacabdin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar Yuliardi, S.Pd., MM, anggota DPRD Padang Pariaman Nazir Tanjung dan Mayuni, Camat Sungai Geringging bersama Forkopimca, Wali Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, para pemuka masyarakat, serta kepala SMA se-Padang Pariaman.(bay).