Pemko Pariaman Salurkan Ribuan Ayam KUB untuk Perkuat Ketahanan Pangan Warga

Wali Kota Pariaman, Yota Balad.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad.

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyalurkan ribuan ekor ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) kepada 120 keluarga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan bahwa program ini merupakan inisiatif pemerintah kota yang didukung penuh oleh pemerintah pusat. Tujuannya tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Selasa (23/7).

“Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen kami untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lewat pengembangan peternakan rumah tangga,” ujar Yota.

Program bantuan ini juga menjadi bagian dari strategi “Satu Rumah, Satu Industri Rumah Tangga” yang diusung Pemko Pariaman. Berdasarkan data tahun 2024, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan mencatatkan kontribusi tertinggi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, yakni sebesar 18,34 persen. Hal ini menunjukkan pentingnya peran sektor tersebut dalam struktur ekonomi Pariaman, meski wilayahnya tidak terlalu luas.

Setiap keluarga penerima mendapatkan 10 ekor ayam yang terdiri dari 8 betina dan 2 jantan. Bantuan ini diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan, khususnya bagi ibu rumah tangga, serta mendukung pengembangan usaha skala kecil di tingkat keluarga.

Untuk memastikan keberhasilan program, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman akan memberikan pendampingan teknis berupa pelatihan pemeliharaan ayam dan manajemen usaha kepada para penerima bantuan.

Selain bantuan ayam, Pemko juga menyerahkan mesin penetas telur kepada empat kelompok ternak yang berasal dari Desa Talago Sariak, Desa Kampuang Gadang (Pariaman Timur), Desa Tungkal Utara (Pariaman Utara), dan Kelurahan Jawi-Jawi II (Pariaman Tengah).

“Dengan adanya mesin penetas ini, kami berharap produktivitas bibit ayam lokal bisa meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” tutup Yota.(des*)