Jakarta – Momen Idul Adha sering kali membuat konsumsi daging meningkat drastis, terutama daging merah seperti sapi dan kambing. Banyak orang menikmati sajian berbahan dasar daging hampir setiap hari selama periode ini. Namun, pernahkah Anda berpikir tentang efeknya pada tubuh jika kebiasaan ini berlangsung secara terus-menerus?
Daging merah sebenarnya bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat, asalkan dikonsumsi secara bijak dan dalam porsi yang tidak berlebihan. Setiap jenis daging merah memiliki komposisi nutrisi yang berbeda, tetapi umumnya tinggi lemak dan bisa berdampak pada kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.
Berikut beberapa perubahan yang mungkin terjadi pada tubuh jika mengonsumsi daging merah secara rutin:
1. Perut Cepat Kenyang
Protein yang tinggi dalam daging merah dapat membuat perut terasa kenyang lebih lama. Ini bisa membantu mengurangi keinginan untuk ngemil atau makan berlebihan.
2. Kekuatan Otot Meningkat
Daging adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan otot. Bagi Anda yang sedang menjalani program kebugaran atau menurunkan berat badan, konsumsi protein dari daging bisa menjadi pilihan.
3. Proses Metabolisme Lebih Efisien
Vitamin B12 yang terkandung dalam daging merah berperan penting dalam sistem metabolisme tubuh. Nutrisi ini juga membantu menjaga fungsi saraf dan produksi sel darah merah.
4. Dapat Mendukung Kesehatan Jantung
Vitamin B12 juga memiliki manfaat untuk kesehatan jantung. Namun, kandungan lemak jenuh dalam daging merah perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular jika dikonsumsi berlebihan.
5. Energi Lebih Optimal
Daging merah merupakan salah satu sumber zat besi hewani yang mudah diserap oleh tubuh. Zat besi penting untuk mencegah anemia, kondisi yang ditandai dengan kelelahan dan kekurangan energi.
6. Potensi Risiko Kanker Usus
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan daging merah, khususnya yang telah melalui proses pengolahan, berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Hal ini diduga karena adanya senyawa yang bisa merusak DNA dalam sel usus.
7. Ancaman Penyakit Jantung
Studi-studi berskala besar mencatat adanya kaitan antara konsumsi rutin daging merah dan olahan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Ini terutama disebabkan oleh tingginya kandungan lemak jenuh dan senyawa tertentu yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah.
Kesimpulan:
Mengonsumsi daging merah tidak selalu berdampak buruk, selama dilakukan dengan bijak. Pastikan untuk menyeimbangkan dengan sayuran, buah, dan sumber protein lain seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan. Moderasi dan variasi tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh.(BY)






