Pulpis  

Musibah Kebakaran di Kelawa, Bupati Pulang Pisau Turun Langsung Bantu Warga Terdampak

Pulang Pisau, fajarharapan.id – Kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya kembali terlihat saat Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i, mendatangi langsung lokasi kebakaran yang meluluhlantakkan sebuah rumah di RT 03, Kelurahan Kelawa, Kecamatan Kahayan Hilir, Jumat (30/5/2025).

Didampingi sejumlah pejabat daerah, Bupati menyerahkan bantuan darurat berupa paket sembako, perlengkapan dapur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya kepada korban, Samsul Alpandi.

Musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (29/5/2025) sore itu menghanguskan seluruh bangunan rumah Samsul. Dalam waktu singkat, api melahap seisi rumah sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, Polres Pulang Pisau, serta warga sekitar yang turut membantu.

Tanpa banyak seremoni, Ahmad Rifa’i bersama Kepala Dinas Sosial Wahyu Jatmiko, Camat Kahayan Hilir Indra Setiawan, dan Lurah Kelawa tiba di lokasi untuk menyampaikan empati sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat mengalami musibah. Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Pak Samsul dan keluarga,” ujar Bupati saat berdialog dengan korban dan warga sekitar.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rifa’i juga mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat rumah ditinggalkan. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman serta mematikan kompor gas dan obat nyamuk sebelum bepergian.

“Kita tidak pernah tahu kapan musibah bisa datang. Tapi jika kita sudah waspada dan hati-hati, insyaallah potensi bencana bisa kita tekan. Saya mengajak masyarakat Pulang Pisau untuk selalu siaga dan tidak lengah,” ucapnya penuh harap.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Wahyu Jatmiko menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bergerak cepat dalam penanganan dampak bencana. Ia menyebut koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan bantuan segera sampai kepada korban.

“Kami akan evaluasi dan terus tingkatkan respons tanggap darurat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga butuh peran aktif masyarakat dalam mencegah dan menghadapi situasi darurat seperti ini,” kata Wahyu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran masih menjadi salah satu risiko serius, terutama di lingkungan permukiman padat. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan bahwa instalasi listrik dan peralatan rumah tangga terjaga keamanannya.

Samsul Alpandi, korban kebakaran, tampak terharu atas kedatangan dan perhatian yang diberikan. Meski kehilangan rumah beserta seluruh isinya, ia mengaku bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Terima kasih atas bantuannya, saya tidak menyangka Bupati bisa datang langsung ke tempat saya. Ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” ujar Samsul dengan suara bergetar.

Kini, dengan semangat gotong royong dan perhatian dari pemerintah daerah, proses pemulihan pascakebakaran diharapkan dapat segera berjalan. Warga sekitar pun bahu-membahu membantu Samsul, membuktikan bahwa semangat solidaritas masih hidup kuat di Bumi Handep Hapakat.(Fjr)