Padang – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh, Elfriza Zaharman mengatakan bahwa Kota Payakumbuh dikenal dengan sentra rendang saja. Tetapi, Kota Payakumbuh juga merupakan salah satu dari beberapa daerah sebagai pelopor fashion yang tersebar di wilayah Indonesia.
Hal itu dikatakan Elfriza saat memaparkan persiapan tiga iven di Kota Payakumbuh, dalam acara Pers Conference di Hotel Santika Priemire Hotel Padang, (11/6/2023).
“Payakumbuh tidak memiliki banyak objek wisata, sehingga yang harus ditingkatkan adalah kuliner dan fashionnya,” sebut Elfriza.
Menurut Elfriza, kegiatan ini dilaksanakan dari dana pokok pikiran Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wulan Denura.
Ditambahkan Elfriza, iven di Kota Payakumbuh tersebut dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli 2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sumatera Barat (Sumbar), Luhur Budianda mengatakan, pihaknya ditarget untuk mendapatkan 8,2 juta wisatawan.
“Iven ini juga bisa meringankan (beban) target yang diserahkan kepada kami, karena ini bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke Sumbar,” tambahnya.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Wulan Denura mengakui, dana pokir yang ia serahkan untuk kegiatan tersebut karena permintaan oleh kelompok perancang busana atau desainer.
“Mereka ingin ada wadah atau ruang bagi mereka agar karya desainer dari Payakumbuh ini bisa eksis, ada tujuh brand yang kami tampilkan,” kata politisi Partai Gerakan Indonesia Raya itu.
Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Sumatera Barat Fomalhaut Zamel menyebut bahwa Payakumbuh selalu semangat setiap mengadakan iven, khususnya fashion.
“Bahkan, ketika tidak ada anggaran atau masuk ke dalam rencana belanja, itu diada-adakan, dengan melibatkan berbagai pihak, tentu ini menjadi poin plus bagi kami,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Fomal juga menjelaskan terkait program Payakumbuh Local Brand 2023.
“Ini pengembangan tahun 2022, yang waktu itu diadakan di depan trotoar Ramayana Payakumbuh dan mendapat apresiasi dari pelaku busana lokal,” katanya.
Tahun ini, katanya, Payakumbuh Local Brand dikemas lebih bagus dan lebih enak ditampilkan serta dipublikasikan.
“Ini juga sebagai langkah dan upaya pembuktian bahwa brand lokal di Payakumbuh itu tidak kalah di kota metropolitan lainnya, salah satunya adalah kain Tenun Balai Panjang,” tuturnya. (*)






