Aceh  

Mualem Tegaskan Pengukuran Ulang HGU Sawit di Aceh

Singkil,fajarharapan.id – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan untuk mengukur ulang lahan Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Aceh untuk meredam potensi konflik antara masyarakat dan perusahaan serta memastikan distribusi lahan yang lebih adil.

Pernyataan tersebut disampaikan Mualem usai melantik Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, dan Wakil Bupati Hamzah Sulaiman di Aula Paripurna DPRK Aceh Singkil, Sabtu, 15 Februari 2025.

“Kita akan ukur ulang HGU di Aceh. Jika hasil pengukuran menunjukkan adanya lahan yang berlebih, kita akan alokasikan untuk masyarakat, supaya masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tanah mereka sendiri,” tegas Mualem.

Menurut Mualem, langkah itu merupakan bagian dari visi misi pemerintahannya yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Pengukuran ulang HGU dianggap sebagai salah satu solusi untuk mengatasi ketimpangan dan meningkatkan taraf hidup dan perekonomina rakyat.

Selain itu, Mualem juga kembali menegaskan kebijakannya untuk menghapus barcode di SPBU-SPBU di Aceh, kebijakan yang ia umumkan setelah resmi dilantik sebagai Gubernur Aceh di Gedung DPR Banda Aceh Rabu, 12 Februari 2025 di

“Ketiadaan barcode di SPBU adalah langkah untuk mempermudah masyarakat, bukan mempersulit. Kebijakan ini selaras dengan program kesejahteraan rakyat, seperti halnya program makanan gratis dari Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon menyampaikan, mohon dukungan APBA, karena Aceh Singkil sangat membutuhkan infrastruktur jalan umum dan talut.

“Saya berharap suplai bantuan sokongan Provinsi Aceh, Seperti jalan Singkil, Kuala Baru hingga Bulohsema, Aceh Selatan jalan dan jembatan banyak rusak kupak kapik dilanda banjir,” ujarnya.

Acara pelantikan Bupati Aceh Singkil berlangsung aman dan khidmat. Setelah acara tersebut, Mualem bertolak ke Kota Subulussalam untuk melantik Wali Kota terpilih, Rasyid Bancin, dan Wakil Wali Kota Nasir Kombih.

Sementara itu, Safriadi Oyon dan Hamzah Sulaiman mengikuti prosesi peusijuk atau tepung tawar di Masjid Agung Nurul Makmur, Kecamatan Singkil, sebelum diarak keliling kota menggunakan Gegunungan — mobil yang dihiasi dengan kain adat.| K4