Solsel, fajarharapan.id — Pembangunan infrastruktur jalan tahun ini di Solok Selatan terus dilanjutkan dengan anggaran Rp29,4 miliar untuk empat paket kegiatan.
Tiga paket di Kecamatan Sangir dan satu paket kegiatan untuk Kecamatan Sangir Batang Hari. Dua titik kegiatan untuk lanjutan jalan poros Kantor Bupati Solsel dan lanjutan pembangunan jalan Bariang-Kuok.
“Tahun ini untuk fisik sedang proses tender dengan total anggaran Rp29,4 miliar dari empat paket kegiatan. Semoga saja proses lelangnya tidak ada hambatan,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (PUTRP) Solok Selatan Krismanto Maulino, Selasa (16/4/2024) di Padang Aro.
Dia menyebut ke empat paket kegiatan yang dokumennya sudah disiapkan PUTRP tersebut yakni paket lanjutan pembangunan jalan Poros Kantor Bupati Solok Selatan senilai Rp5,2 miliar, kemudian lanjutan pembangunan jalan Bariang-Kuok Rp3,3 miliar.
Nah, untuk jalan Kabupaten di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir selama ini belum disentuh anggaran yakni jalan Tanjung Harapan – Malus juga mendapatkan jatah anggaran sebesar Rp2,9 miliar dan jalan tembus antara Kecamatan Sangir Batang Hari dan Sangir Balai Janggo melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) jalan Abai-TIS sebesar Rp18 miliar melalui dana DBH Sawit.
“Dari empat paket, paket terbesar untuk jalan tembus Abai-Tis yang menghubungkan dua kecamatan. Hal ini sebagai alternatif jika jalan utama nantinya terdampak bencana,” tuturnya.
Krismanto menjelaskan dokumen lelang sudah dipersiapkan sebelum lebaran dan sekarang akan di persiapkan untuk proses tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) secara elektronik.
Tentu saja pemenang tender nantinya diharapkannya yang betul-betul dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar, sehingga azas manfaat pembangunan dapat di rasakan oleh masyarakat.
“Target Minggu ini dokumen lelang semua sudah masuk, sehingga percepatan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai harapan bersama.
Sekretaris Dinas PUTRP Solok Selatan Elvinosendra mengatakan, kondisi jalan provinsi ruas Bangun Rejo-Golden mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Badan jalan longsor disebabkan tergerus air saat musim hujan beberapa bulan terakhir denhan lebar 4-5 meter.
“Kita taksir anggarannya sekitar Rp60 jutaan. Serta jalan runtuh di Titian Kawek, runtuh badan jalan kabupaten ini akan dilakukan perbaikan dengan dana pemeliharaan rutin pada Juni nanti,” paparnya. (SDW)






