Ganjar-Mahfud MD, Indonesia Menuju Pusat Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Ganjar-Mahfud MD siap wujudkan cita-cita Indonesia jadi pusat ekonomi syariah.
Ganjar-Mahfud MD siap wujudkan cita-cita Indonesia jadi pusat ekonomi syariah.

Jakarta – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan potensi besar Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dan industri halal dunia. Salah satu strategi yang akan diimplementasikan adalah mempermudah sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong ekspor produk halal.

Ganjar Pranowo, calon presiden dari pasangan tersebut, menekankan bahwa Indonesia, dengan memiliki jumlah umat muslim terbanyak di dunia, menduduki peringkat pertama dalam konsumsi makanan halal global. Namun, dalam hal ekspor produk halal, Indonesia masih tertinggal dengan hanya mencapai 3% dari pasar global, sedangkan Brasil masih memimpin dalam ekspor pangan halal dunia.

“Potensi ekonomi Islam Indonesia dapat memberikan kontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja, pengembangan lebih lanjut, dan memberikan peran lebih besar pada masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi ini, kita dapat mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dan industri halal dunia,” ujar Ganjar pada Kamis (28/12/2023).

Menurut laporan State of Global Islamic Economy (SGIE) yang dirilis pada 26 Desember 2023, Indonesia naik ke peringkat ke-3 di dunia dalam perkembangan ekonomi halal, mengalahkan 81 negara lainnya. Ganjar menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan potensi ini dengan memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir pangan halal.

Ganjar juga menyampaikan komitmen untuk menjadikan Indonesia pusat industri keuangan syariah dan pusat industri halal global. Dia berencana mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah, serta memperkuat sistem pelayanan jasa keuangan syariah melalui digitalisasi. Untuk mendukung pusat industri halal global, Ganjar akan mengoptimalkan pasar halal nasional yang terintegrasi dan berstandar internasional, melibatkan UMKM dalam rantai pasok industri halal.

Dalam konteks pengelolaan ibadah haji dan umrah, Ganjar melihat potensi ekonomi yang tinggi. Dia menyarankan pengelolaan yang efisien, termasuk kontrak jangka panjang untuk maskapai haji dan pembangunan Wisma Haji-Umrah Indonesia di Mekah & Madinah. Ganjar berpendapat bahwa pengelolaan yang baik dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas layanan kepada umat.

Selain itu, Ganjar menyoroti potensi besar zakat dan wakaf di Indonesia untuk mendorong perekonomian. Dia mengajak untuk mengelola dengan optimal penghimpunan zakat dan wakaf sebagai kekuatan yang dapat disalurkan untuk pengembangan ekonomi, seperti membantu santunan yatim piatu, pembangunan sekolah, dan bantuan kepada kelompok miskin.

“Pengalaman saya sebagai Gubernur Jateng menunjukkan bahwa pengelolaan zakat ini dapat memberikan kontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi,” tambahnya. Ganjar memberikan contoh penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk santunan guru, TPQ, modin, imam, penyuluh agama, dan sembako bagi kelompok miskin sebagai contoh nyata pemanfaatan potensi zakat dan wakaf di tingkat provinsi.(BY)