![]() |
| Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara mencatat 360 hektare sawah terendam banjir. Area persawahan itu tersebar di empat kecamatan. |
Aceh Utara – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara mencatat 360 hektare sawah terendam banjir. Area persawahan itu tersebar di empat kecamatan.
“Banjir yang merendam ratusan hektare sawah tersebut tidak terjadi dalam waktu lama, sehingga tidak ada padi yang mengalami gagal panen atau puso,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara Erwandi, Sabtu (28/1/2023), sebagaimana iNews.id.
Menurut dia, potensi kerusakan atau puso terjadi apabila genangan air merendam lebih dari tiga hari. Sebab, batang padi akan cenderung rusak dan membusuk.
“Rata-rata tanaman padi yang terendam banjir di Kabupaten Aceh Utara masih berusia 10 hingga 45 hari. Sekarang, banjir yang merendam area persawahan tersebut sudah berangsur surut,” katanya.
Adapun empat kecamatan itu yakni Kecamatan Kuta Makmur dengan luas 85 hektare, Kecamatan Lhoksukon mencapai 110 hektare, Kecamatan Cot Girek seluas 25 hektare, dan Kecamatan Dewantara mencapai 140 hektare.
“Hingga saat ini petugas masih mendata areal persawahan yang terendam banjir. Luas sawah terkena banjir kemungkinan akan bertambah, mengingat beberapa kecamatan belum terdata lengkap,” katanya.
Erwandi mengatakan, pihaknya melalui penyuluh pertanian terus menyosialisasikan kepada petani di daerah rawan banjir untuk memperhitungkan waktu memulai musim tanam.
Tujuannya agar saat masa panen tidak bersamaan dengan musim penghujan, sehingga kemungkinan dilanda banji bisa diantisipasi. Selain itu juga menyesuaikan pola tanam dengan teknologi budidaya hazton agar dapat terhindar puso saat musim penghujan.
“Kami juga sudah mengajukan permohonan ke pemerintah pusat untuk fasilitasi benih dan asuransi usaha tani padi sawah kepada para petani yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara,” katanya. (*)







