Mahyudin, Sumbar Jaga Kerukunan Umat Beragama, Fokus Penguatan KUA dan Moderasi

KUA
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mahyudin memberikan sambutan.

Padang Panjang– Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat (Kanwil Kemenag Sumbar) mendorong pelaksanaan tujuh program prioritas Kemenag. Ketujuh program tersebut mencakup penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, kemandirian pesantren, Cyber Islamic University, Religiosity Index, dan Tahun Kerukunan Umat Beragama.

“Kami berkomitmen agar tujuh program ini dapat terlaksana,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, saat menghadiri Media Gathering bertajuk “Strategi Komunikasi Pencapaian Program Prioritas Kementerian Agama” Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar.

Mahyudin menjelaskan, mengenai penguatan moderasi beragama, karena program ini bersifat strategis, tidak hanya dilaksanakan oleh Kemenag tetapi juga diwujudkan oleh kementerian lain.

Menanggapi penguatan moderasi beragama ini, Mahyudin mengakui telah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran di Kanwil Kemenag Sumbar.

Kami berharap upaya penguatan moderasi beragama ini akan berhasil diimplementasikan, sehingga isu ekstremisme dapat diminimalisir di tengah masyarakat,” ungkapnya, didampingi Kakan Kemenag Padangpanjang, Alizar Chan.

Mahyudin melanjutkan, saat ini pihaknya tengah mendorong program revitalisasi kantor urusan agama (KUA). “Kami tidak lagi mentoleransi pungutan di KUA. Apabila ada kepala KUA yang terlibat dalam pungutan, akan kami pindahkan. Kami berharap KUA dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Mengenai kerukunan umat beragama, Mahyudin melihat bahwa di Sumbar, kerukunan antara umat beragama masih terjaga dengan baik. Selain itu, tingkat kerawanan kerukunan umat beragama di Sumbar masih terkategori rendah.

“Saat ini, Sumbar masih mempertahankan tingkat kerukunan antarumat beragama dengan baik. Kami juga melihat bahwa tingkat kerawanan kerukunan umat beragama di Sumbar masih rendah. Hal ini berbeda dengan pengalaman saya saat menjabat sebagai Kakanwil di Riau, di mana terdapat kerawanan yang cukup besar sehingga memicu terjadinya gesekan antarumat beragama,” tuturnya.(des)