DOHA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian setelah meraih hasil gemilang pada ajang Moto3 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Berhasil mengamankan posisi kedua, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut tidak hanya menjadi sorotan karena prestasinya di lintasan, tetapi juga akibat aksi unik yang dilakukannya setelah balapan.
Momen menarik itu terjadi di area parc ferme, ketika para pembalap bersiap mengikuti seremoni penyerahan trofi. Veda terlihat membawa makanan khas daerah asalnya berupa walang goreng atau belalang yang diolah menjadi camilan.
Ia kemudian menawarkan makanan tersebut kepada Maximo Quiles, pemenang balapan Moto3 Malaysia. Namun, tawaran itu justru disambut reaksi spontan dari pembalap Spanyol tersebut yang tampak geli dan enggan mencicipinya.
Penolakan Quiles berlangsung dengan ekspresi lucu sehingga mengundang tawa keduanya. Momen tersebut menjadi hiburan tersendiri di tengah suasana perayaan podium.
Dalam wawancara daring bersama Honda Team Asia yang diikuti Okezone pada Jumat (6/11/2026), Veda menceritakan respons Quiles ketika dirinya menawarkan camilan tradisional tersebut.
Menurut Veda, Quiles secara spontan menolak dengan mengatakan bahwa dirinya tidak ingin mencoba makanan itu. Percakapan tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh canda.
1. Manfaatkan Podium untuk Memperkenalkan Kuliner Khas Daerah
Di balik aksi spontan tersebut, Veda ternyata memiliki tujuan tersendiri. Ia ingin memperkenalkan salah satu makanan khas Gunungkidul kepada rekan-rekan pembalap dan kru internasional yang bekerja bersama Honda Team Asia.
Keinginan memperkenalkan walang goreng sebenarnya sudah muncul sejak awal tahun. Veda bahkan telah merencanakan membawa camilan tersebut agar orang-orang di lingkungan tim bisa mengenal kuliner tradisional dari daerah asalnya.
Ia menyebut manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga sudah pernah mencicipi makanan sejenis ketika berada di Jepang.
Rencana membawa walang goreng sebelumnya ingin diwujudkan saat seri Mandalika. Namun, kesempatan tersebut baru terlaksana ketika dirinya berlaga di Malaysia.
Veda mengungkapkan bahwa sejumlah orang di lingkungan tim sudah mulai mencicipi camilan tersebut sejak Sabtu. Ia pun menyimpan makanan itu hingga akhirnya membawanya ke area podium setelah balapan selesai.
2. Bukan untuk Menambah Protein, Veda Memang Suka Rasanya
Kebiasaan Veda mengonsumsi belalang goreng sempat memunculkan pertanyaan mengenai manfaat makanan tersebut bagi kebutuhan nutrisi seorang atlet balap.
Namun, pembalap muda Indonesia itu menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki alasan khusus terkait kandungan protein atau kebutuhan pembentukan otot.
Baginya, walang goreng merupakan makanan favorit yang disukai karena cita rasanya. Ia mengaku mengonsumsinya bukan karena mempertimbangkan kandungan nutrisi sebagai penunjang aktivitas balap.
Dengan nada bercanda, Veda mengatakan bahwa dirinya hanya menyukai makanan khas tersebut.
3. Naik ke Posisi Ketujuh Klasemen Moto3 2026
Di luar cerita unik mengenai walang goreng, keberhasilan Veda mengakhiri balapan di posisi kedua Moto3 Malaysia memberikan tambahan poin penting bagi perjalanan kariernya musim ini.
Hasil positif di Sirkuit Sepang membuat pembalap Indonesia tersebut naik ke urutan ketujuh klasemen sementara Moto3 2026.
Dengan masih tersisa tiga seri balapan, peluang Veda untuk memperbaiki posisinya di klasemen akhir masih terbuka. Bahkan, kesempatan menembus jajaran lima besar belum sepenuhnya tertutup.
Meski demikian, Veda memilih tidak terbebani dengan target peringkat tertentu. Ia lebih memprioritaskan konsistensi agar bisa menyelesaikan setiap balapan dengan hasil maksimal dan terus mengumpulkan poin.
Menurutnya, hal terpenting adalah menghindari kesalahan yang berujung gagal finis sehingga kehilangan kesempatan mendapatkan poin.
Veda mengaku akan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam tiga balapan tersisa. Jika nantinya mampu mengakhiri musim di posisi lima besar, ia menganggap pencapaian tersebut sebagai hasil yang sangat disyukuri.
Prestasi di Sepang sekaligus menunjukkan perkembangan positif pembalap muda Indonesia tersebut di persaingan Moto3. Tak hanya memperlihatkan kemampuan kompetitif di lintasan, Veda juga membawa cerita menarik tentang kuliner tradisional Indonesia yang diperkenalkannya kepada komunitas balap internasional.(YU)
Editor: Edwardi







