Solsel  

Cahyo, Pemuda Solsel yang Berjuang Buka Akses Internet di Daerah Blankspot

Solsel, fajarharapan.id – Keterbatasan jaringan internet di pelosok tak membuat Cahyo Dwi Nugroho menyerah. Pemuda berusia 29 tahun asal Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, ini justru menjadikan persoalan tersebut sebagai peluang untuk membantu masyarakat mendapatkan akses informasi dan teknologi digital.

Berkat inisiatif dan kepeduliannya, Cahyo mendapat penghargaan sebagai pemuda berprestasi dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Penghargaan itu diserahkan Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, saat upacara di halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Rabu (28/10/2026).

Cahyo dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendorong pengentasan wilayah tanpa sinyal atau blankspot. Upayanya memperluas jangkauan internet menjadi salah satu contoh bagaimana pemuda dapat mengambil peran langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.

Perjalanan Cahyo mengembangkan layanan internet berawal pada November 2022. Saat itu, ia mendapatkan pemahaman mengenai penyediaan layanan internet melalui kegiatan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan penyedia jaringan internet PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) Padang.

Informasi tersebut tidak sekadar menjadi pengetahuan baru bagi Cahyo. Ia melihat adanya peluang untuk menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat. Berbekal pemahaman itu, Cahyo yang menjabat Direktur BUMNag Talunan Maju mulai mengembangkan unit usaha penyediaan internet melalui badan usaha milik nagari tersebut.

Langkah itu menjadi upaya untuk mendekatkan layanan digital kepada masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh akses jaringan. Internet yang sebelumnya menjadi persoalan di sejumlah wilayah diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, komunikasi hingga pengembangan usaha masyarakat.

Cahyo juga tidak bergerak sendiri. Ia mengajak pemuda di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Sangir Batang Hari untuk ikut terlibat dalam penyediaan layanan internet, khususnya di kawasan yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi secara memadai. Keterlibatan generasi muda tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses digital hingga ke wilayah pelosok.

Kepeduliannya tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan. Cahyo turut memberikan akses internet gratis kepada pelajar dari keluarga kurang mampu. Inisiatif ini menjadi bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan, mengingat internet semakin dibutuhkan siswa untuk mencari bahan pembelajaran, memperoleh informasi dan menunjang kegiatan belajar.

Bagi pelajar yang memiliki keterbatasan ekonomi, akses internet gratis dapat membuka kesempatan lebih luas untuk mendapatkan sumber pengetahuan. Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerataan teknologi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Penghargaan yang diterima Cahyo pada momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengakuan atas peran anak muda dalam mendorong pembangunan di daerah. Kisahnya menunjukkan bahwa kontribusi pemuda tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar, tetapi bisa berangkat dari keberanian melihat persoalan di lingkungan sendiri dan mencari jalan keluar yang bermanfaat.

Kolaborasi pemerintah daerah, BUMNag, penyedia jaringan, dan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperluas konektivitas digital di Solok Selatan. Melalui inisiatif seperti yang dilakukan Cahyo, pemuda tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi dapat tampil sebagai penggerak perubahan yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, perjuangan membuka akses internet di wilayah blankspot menjadi pekerjaan penting. Cahyo telah mengambil bagian dalam upaya tersebut, membuktikan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui tindakan nyata yang membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat di pelosok negeri. (sdw)