Jakarta – Produsen otomotif asal China, Chery, memperkenalkan inovasi pengisian daya kendaraan listrik berkecepatan tinggi bernama Volt-Dragon. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu 6 menit 50 detik.
Sistem tersebut menjadi langkah terbaru Chery dalam persaingan pengembangan infrastruktur pengisian daya supercepat, yang juga digarap sejumlah produsen besar seperti BYD, Geely, dan Huawei.
Mengutip laporan Car News China pada Jumat (23/10/2026), Volt-Dragon memiliki kapasitas daya puncak hingga 1,44 megawatt (MW). Chery mengklaim pengisian selama lima menit dapat menambah jarak tempuh kendaraan hingga sekitar 500 kilometer.
Jika klaim tersebut terealisasi dalam penggunaan nyata, teknologi ini berpotensi memangkas waktu tunggu pengguna mobil listrik secara signifikan.
Diperkenalkan Bersama Teknologi Kecerdasan Buatan
Chery memamerkan Volt-Dragon dalam acara internal Global Innovation Conference. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga memperkenalkan model bahasa besar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama CheryMind.
Chery menggambarkan CheryMind sebagai sistem kecerdasan yang mampu memahami lingkungan fisik. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung sejumlah pengembangan, mulai dari layanan taksi otonom atau robotaxi, sistem bantuan mengemudi Level 4 (L4), hingga teknologi pengisian daya Volt-Dragon.
Meski demikian, Chery belum menjelaskan secara terperinci bagaimana CheryMind akan terhubung dengan sistem pengisian daya tersebut maupun sejauh mana kecerdasan buatan berperan dalam meningkatkan efisiensinya.
Sebagai pembanding, Geely telah mengembangkan model AI untuk sektor energi bernama Xingrui PowerMind. Sistem ini diklaim mampu memperkirakan perubahan suhu pada sel baterai hingga 30 detik sebelum terjadi, sehingga batas daya pengisian dapat disesuaikan secara dinamis untuk mengelola panas.
Dalam persaingan teknologi pengisian cepat di China, Chery mengklaim Volt-Dragon mampu menempatkan mereka di jajaran terdepan. Namun, posisi tersebut masih berada di bawah teknologi baterai Shenxing generasi ketiga milik CATL, yang dikabarkan dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 98 persen dalam 6 menit 27 detik.
Sementara itu, teknologi pengisian yang dikembangkan sejumlah produsen lain, termasuk BYD, Huawei, dan Geely, dilaporkan membutuhkan sekitar delapan hingga sembilan menit untuk meningkatkan kapasitas baterai dari 10 persen menjadi 97 atau 98 persen.
Mengandalkan Daya Megawatt dan Pendingin Cair
Untuk mendukung pengisian berdaya tinggi, Volt-Dragon menggunakan perangkat elektronika daya berbasis silikon karbida generasi terbaru. Chery mengklaim efisiensi keseluruhan sistem, mulai dari sumber listrik hingga konektor pengisian, mencapai 96,5 persen.
Stasiun pengisian ini juga dilengkapi teknologi pendinginan cair untuk membantu mengendalikan panas yang dihasilkan selama proses pengisian berdaya megawatt. Pengelolaan suhu menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan teknologi pengisian cepat, terutama untuk menjaga kinerja dan keamanan sistem.
Besarnya daya yang ditawarkan mengindikasikan bahwa kendaraan yang kompatibel kemungkinan memerlukan arsitektur kelistrikan bertegangan tinggi, seperti platform 800 volt atau bahkan di atas 1.000 volt. Namun, Chery belum merinci kendaraan yang akan menggunakan teknologi tersebut.
Dari sisi kemudahan penggunaan, perusahaan turut merancang kabel dan konektor yang lebih ringan. Gabungan keduanya diklaim memiliki bobot sekitar dua kilogram, sehingga lebih mudah dioperasikan oleh pengguna.
Chery juga menyebut tingkat kebisingan stasiun pengisian Volt-Dragon dirancang tidak melampaui 50 desibel A (dBA), setara dengan tingkat suara percakapan biasa.
Siapkan Pengisian Otomatis dan Teknologi V2G
Tidak hanya mengandalkan kecepatan, Chery juga menyiapkan sejumlah fitur untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Salah satunya adalah mekanisme pengisian otomatis dengan bantuan lengan robotik, yang memungkinkan kendaraan mengisi daya tanpa pengemudi harus memasang konektor secara manual.
Konsep tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman pengisian yang lebih praktis, menyerupai layanan drive-thru.
Volt-Dragon juga dirancang mendukung teknologi Vehicle-to-Grid (V2G). Melalui sistem ini, kendaraan listrik tertentu tidak hanya menerima energi dari jaringan listrik, tetapi juga berpotensi menyalurkan kembali listrik ke jaringan ketika diperlukan dan didukung infrastruktur yang sesuai.
Meski membawa sejumlah klaim menjanjikan, Chery belum memaparkan hasil pengujian Volt-Dragon dalam berbagai kondisi operasional. Informasi mengenai performa saat cuaca sangat panas atau dingin, kompatibilitas kendaraan, serta ketersediaan komersial teknologi tersebut juga belum diumumkan secara lengkap.
Karena itu, kemampuan pengisian dalam waktu sekitar enam menit dan penambahan jarak tempuh 500 kilometer dalam lima menit masih perlu dilihat berdasarkan hasil pengujian dan penerapannya pada kendaraan produksi.(BY)
Editor: Edwardi







