Sport  

Marc Marquez Raih Gelar Atlet Pria Terbaik Spanyol 2025

Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez.
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez.

Jakarta – Pembalap andalan Ducati Lenovo, Marc Marquez, kembali mendapat pengakuan atas pencapaian luar biasanya di dunia balap motor. Ia terpilih sebagai atlet pria terbaik Spanyol tahun 2025 oleh Dewan Olahraga Tertinggi Spanyol berkat performa impresifnya sepanjang musim MotoGP tahun lalu.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Marquez kembali ke puncak persaingan setelah melewati masa sulit akibat cedera serius yang sempat menghambat kariernya. Informasi mengenai penghargaan itu dilaporkan Crash pada Minggu (18/10/2026).

Musim 2025 menjadi salah satu periode paling berkesan bagi pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Bersama Ducati, Marquez berhasil merebut gelar juara dunia MotoGP untuk ketujuh kalinya di kelas premier. Jika dihitung dari seluruh kelas Grand Prix, ia telah mengoleksi 10 gelar juara dunia.

Dominasi Marquez terlihat dari jumlah kemenangan yang berhasil dikumpulkannya. Sepanjang musim 2025, pembalap asal Spanyol itu mencatatkan 11 kemenangan pada balapan utama serta 14 kemenangan dalam sprint race.

Gelar juara dunia dipastikan Marquez ketika tampil di Grand Prix Jepang. Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian selama enam tahun setelah terakhir kali menjadi juara dunia MotoGP pada 2019.

Perjalanan Panjang Kembali ke Puncak

Kesuksesan Marquez tidak diraih dengan mudah. Kariernya sempat mengalami masa sulit setelah kecelakaan di Grand Prix Spanyol pada 2020 mengakibatkan cedera berat pada lengan kanannya.

Cedera tersebut membuatnya harus menjalani masa pemulihan panjang dan melewatkan sebagian besar musim. Dalam rentang 2020 hingga 2022, ia menjalani empat operasi untuk menangani cedera yang dialaminya.

Di tengah upaya memulihkan kondisi fisik, Marquez juga menghadapi tantangan lain berupa menurunnya daya saing motor Honda. Kondisi itu membuatnya harus mempertimbangkan langkah besar demi kembali bersaing memperebutkan kemenangan.

Pada 2024, ia memutuskan meninggalkan Honda sebelum kontraknya berakhir dan bergabung dengan Gresini Racing, tim satelit Ducati. Keputusan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun kembali performanya di lintasan.

Bersama Gresini, Marquez mampu menunjukkan bahwa dirinya masih kompetitif dengan meraih tiga kemenangan balapan. Hasil tersebut membuka jalan baginya untuk bergabung dengan tim utama Ducati pada musim berikutnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan maksimal. Pada 2025, Marquez tampil dominan dan berhasil merebut gelar juara dunia yang telah lama dinantikannya.

Sejajar dengan Valentino Rossi

Tambahan gelar juara dunia membuat koleksi prestasi Marquez semakin mendekati deretan legenda balap motor. Dengan sembilan gelar juara dunia berdasarkan kategori yang dihitung dalam catatan tersebut, ia disejajarkan dengan Valentino Rossi, legenda MotoGP asal Italia.

Marquez pun berpeluang memperbaiki posisinya dalam daftar pembalap dengan gelar juara dunia terbanyak sepanjang sejarah. Namun, untuk mencapai posisi lebih tinggi, ia masih harus mengejar catatan Giacomo Agostini yang dikenal sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah Grand Prix.

Perjalanan karier Marquez menjadi bukti bahwa keberhasilan di dunia balap tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga kemampuan menghadapi tekanan, memulihkan kondisi fisik, dan beradaptasi dengan perubahan tim maupun motor.

Tantangan Berlanjut pada Musim 2026

Memasuki musim 2026, Marquez kembali menghadapi tantangan setelah mengalami cedera bahu yang mengharuskannya menjalani operasi. Ia sempat tertinggal hingga 102 poin sebelum berusaha mengejar ketertinggalan melalui penampilan yang konsisten.

Dalam perkembangan musim tersebut, Marquez dilaporkan telah meraih enam kemenangan Grand Prix. Ia juga disebut hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin yang berada di posisi teratas klasemen.

Persaingan yang ketat membuat setiap balapan menjadi penting bagi Marquez untuk menjaga peluangnya meraih hasil terbaik. Konsistensi dan kondisi fisik akan menjadi faktor penting dalam menentukan performanya hingga akhir musim.

Di sisi lain, Ducati juga menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan pembalap berusia 33 tahun tersebut dengan memperpanjang kontraknya selama dua tahun. Marquez diproyeksikan tetap memperkuat tim pabrikan asal Borgo Panigale itu dan dijadwalkan berduet dengan Pedro Acosta mulai musim 2027.

Penghargaan Kedua dari Spanyol

Pengakuan sebagai atlet pria terbaik Spanyol pada 2025 bukan pengalaman pertama bagi Marquez. Ia sebelumnya pernah menerima penghargaan serupa pada 2014, setelah menjalani musim yang luar biasa dan mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.

Penghargaan terbaru ini semakin menegaskan posisi Marquez sebagai salah satu figur penting dalam olahraga Spanyol. Perjalanan dari cedera berat hingga kembali menjadi juara dunia juga memperlihatkan ketekunan yang menjadi bagian penting dari keberhasilannya.

Prestasi tersebut sekaligus menambah catatan gemilang dalam kariernya, ketika ia terus berupaya mempertahankan daya saing dan mengejar pencapaian yang lebih tinggi di ajang balap motor dunia.(BY)