Solsel, fajarharapan.id – Kabut asap yang semakin tebal di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Para pelajar dipulangkan lebih awal, Kamis (15/10/2026), sementara kegiatan belajar mengajar selanjutnya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan menetapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, 15–16 Oktober 2026, sebagai langkah penyesuaian terhadap dampak kabut asap.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 420/0811/Disdik/2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Akibat Dampak Kabut Asap. Surat edaran itu juga ditembuskan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Wilayah III Solok Raya dan Kepala Kantor Kementerian Agama Solok Selatan.
Dalam ketentuan tersebut, peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK), diliburkan. Sementara itu, siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti pembelajaran dari rumah, baik secara daring maupun luring, disertai pemberian tugas terstruktur.
Meski metode pembelajaran berubah, sekolah diminta tetap memastikan kegiatan pendidikan berjalan sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar target pembelajaran tetap tercapai dan siswa tidak mengalami ketertinggalan materi secara signifikan.
Guru dan tenaga kependidikan tetap diminta hadir di sekolah untuk melaksanakan kegiatan PJJ. Mereka juga diharapkan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai situasi di lapangan.
Pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara berdasarkan data resmi instansi terkait. Informasi lanjutan mengenai kegiatan belajar mengajar akan disampaikan setelah evaluasi dilakukan. (sdw)







