Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perubahan susunan pejabat di lingkungan pemerintahan. Dalam pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Kamis (15/10/2026), sebanyak sembilan pejabat menempati jabatan baru di sektor pertahanan, pertanian, imigrasi, penanggulangan bencana, serta pengelolaan gambut dan mangrove.
Perombakan tersebut menjadi reshuffle kabinet kedelapan sejak Prabowo memimpin Indonesia pada Oktober 2024. Pelantikan kali ini berlangsung hanya berselang dua pekan dari perubahan susunan pejabat sebelumnya pada 1 Oktober 2026.
Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, termasuk di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Presiden juga menambah jajaran wakil menteri di Kementerian Pertahanan serta melakukan pergantian pimpinan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Di lingkungan TNI, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mendapat kepercayaan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang sebelumnya diemban Maruli kini dipercayakan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Sebelumnya, Tandyo menjabat sebagai Wakil Panglima TNI. Dengan keputusan tersebut, Maruli dan Tandyo bertukar posisi dalam struktur kepemimpinan TNI.
Penguatan jajaran Kementerian Pertahanan dilakukan melalui pengangkatan dua wakil menteri. Marsekal TNI Yusuf Jauhari ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan yang menangani bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi.
Sementara itu, Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dipercaya mengisi jabatan Wakil Menteri Pertahanan dengan lingkup tugas strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan.
Pada sektor penanggulangan bencana, Letjen TNI Kristomei Sianturi dilantik menjadi Kepala BNPB, menggantikan Jenderal TNI (Purn) Suharyanto yang memimpin lembaga tersebut sejak 17 November 2021.
Pergantian pejabat juga berlangsung di Kementerian Pertanian dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Alim Setiawan Slamet ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertanian, sedangkan M Maulana Bungaran mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Adapun untuk pengelolaan lingkungan, Presiden menunjuk Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Jabatan wakil kepala lembaga tersebut dipercayakan kepada Mayjen TNI Sriyanto.
Daftar sembilan pejabat yang dilantik
Berikut susunan pejabat yang mendapat penugasan baru dalam pelantikan 15 Oktober 2026:
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak – Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon – Wakil Menteri Pertahanan bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
Marsekal TNI Yusuf Jauhari – Wakil Menteri Pertahanan bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
Alim Setiawan Slamet – Wakil Menteri Pertanian.
M Maulana Bungaran – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Letjen TNI Kristomei Sianturi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Satyawan Pudyatmoko – Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Mayjen TNI Sriyanto – Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Pengangkatan berdasarkan keputusan presiden
Pengangkatan para pejabat tersebut didasarkan pada sejumlah keputusan presiden (keppres). Pergantian jabatan Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Revita merujuk pada Keppres Republik Indonesia Nomor 105 dan 106 TNI Tahun 2026.
Kedua keputusan itu mengatur pemberhentian dan pengangkatan Wakil Panglima TNI yang merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil, serta pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat.
Sementara itu, pengangkatan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih mengacu pada Keppres Nomor 42/M Tahun 2026. Adapun penetapan Kepala dan Wakil Kepala BPGMN didasarkan pada Keppres Nomor 43/M Tahun 2026.
Reshuffle kedelapan sejak Prabowo menjabat presiden
Perubahan susunan pejabat pada 15 Oktober 2026 merupakan reshuffle kedelapan selama pemerintahan Prabowo Subianto, yang mulai menjabat sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.
Dua pekan sebelumnya, tepatnya 1 Oktober 2026, Prabowo melakukan perombakan kabinet ketujuh dengan mengganti 18 pejabat di berbagai posisi strategis. Pergantian kala itu mencakup jabatan menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga pimpinan Polri.
Dalam rangkaian pelantikan sebelumnya, Jenderal Suyudi Ario Seto ditunjuk menjadi Kapolri untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sementara Listyo mendapat penugasan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Dudung kemudian dipercaya menduduki jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Rangkaian pergantian tersebut menandai perubahan berkelanjutan dalam susunan pejabat pemerintahan Prabowo, mulai dari sektor pertahanan dan keamanan hingga bidang pertanian, penanggulangan bencana, serta pengelolaan lingkungan.(BY)







