Kuala Lumpur – Nama pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, mulai menjadi sorotan setelah muncul spekulasi bahwa dirinya berpotensi menangani Timnas Malaysia. Kabar tersebut mencuat melalui pemberitaan media Malaysia, New Straits Times, yang menyoroti kemungkinan perubahan besar dalam kepemimpinan tim berjuluk Harimau Malaya.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengenai komunikasi maupun proses negosiasi dengan pelatih asal Jepang tersebut. Karena itu, peluang Moriyasu untuk berlabuh di Malaysia masih sebatas rumor dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurut laporan New Straits Times, kabar tersebut berkembang setelah media Jepang, Sakanowa, mengangkat informasi dari media Vietnam, Tien Phong. Dalam pemberitaan itu, Moriyasu disebut-sebut masuk dalam pembahasan mengenai calon pelatih yang berpotensi memimpin proyek pembenahan sepak bola Malaysia dalam jangka panjang.
1. Masa Depan Moriyasu di Timnas Jepang
Salah satu hal yang membuat nama Moriyasu dikaitkan dengan jabatan pelatih Malaysia adalah masa depannya bersama Timnas Jepang. Kontrak pelatih kelahiran 1968 tersebut dijadwalkan berakhir setelah Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027.
Apabila tidak melanjutkan kerja sama dengan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Moriyasu berpeluang mempertimbangkan tawaran dari negara lain. Pengalaman menangani Samurai Biru menjadi salah satu faktor yang membuat namanya menarik perhatian dalam pembahasan mengenai calon pelatih asing berkualitas internasional.
Kendati demikian, belum terdapat informasi terverifikasi yang menunjukkan bahwa Moriyasu telah menerima tawaran dari FAM atau melakukan pembicaraan untuk mengambil alih kursi kepelatihan Harimau Malaya.
Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, juga menegaskan bahwa federasi belum menentukan langkah konkret dalam proses pencarian pelatih baru. Menurutnya, persoalan tersebut harus dibahas terlebih dahulu bersama jajaran komite eksekutif sebelum keputusan diambil.
“Untuk saat ini, FAM belum mengambil langkah konkret apa pun. Kami akan membahas persoalan ini secara menyeluruh,” ujar Ab Ghani Hassan, dikutip dari New Straits Times, Rabu (14/10/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penunjukan pelatih baru masih berada dalam tahap pertimbangan internal. Dengan demikian, belum ada kepastian mengenai sosok yang nantinya dipercaya memimpin Timnas Malaysia.
2. FAM Masih Mencari Pelatih Definitif
Di tengah beredarnya rumor mengenai Moriyasu, Timnas Malaysia saat ini masih ditangani pelatih sementara, Tan Cheng Hoe. Ia disebut berhasil mengantarkan Harimau Malaya menempati peringkat ketiga dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski memperoleh hasil tersebut, penunjukan pelatih permanen tetap menjadi pekerjaan penting bagi FAM. Malaysia membutuhkan perencanaan yang matang untuk meningkatkan daya saing tim nasional, terutama dalam menghadapi agenda kompetisi internasional mendatang.
Persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Asia 2032 menjadi bagian dari tantangan yang harus diperhitungkan federasi dalam menentukan sosok pelatih. Faktor pengalaman, kemampuan membangun tim, serta pencapaian di level internasional diperkirakan akan menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.
FAM juga masih memiliki sejumlah pilihan dalam menentukan pemimpin baru Harimau Malaya. Pelatih asing dengan rekam jejak internasional dapat menjadi salah satu opsi, tetapi kandidat lokal pun berpeluang mendapatkan kepercayaan apabila dinilai mampu membawa perkembangan positif bagi tim nasional.
Untuk saat ini, nama Hajime Moriyasu masih berada dalam pusaran spekulasi media dan belum dapat dipastikan sebagai kandidat resmi. Keputusan akhir mengenai masa depan kursi kepelatihan Timnas Malaysia tetap menunggu hasil pembahasan internal serta pengumuman resmi dari FAM.(BY)







