Padang, FajarHarapan.Id – Sebanyak 800 orang mahasiswa Universitas Eka Sakti ( UNES -AAI ) Padang, menjalani kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru ( PKKMB ) di Auditorium Kampus UNES, mulai Sabtu (3 dan 4 Oktober 2026).
PKKMB tersebut, dihadiri Rektor UNES-AAI Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd, Ketua Pelaksana PKKMB Drs. Muhammad Takdir. M.Si, Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Padang Dr. Jusnita Weriza. .Com, para Wakil Rektor, Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan.
Pada kegiatan PKKMB Tahun Akademik 2026-2027 yang bertajuk. Membentuk Generasi Berintegritas, Adaptis, Inofatif, Humanis dan Berbudaya itu, tampil sebagai narasumber Wakil Kepolodian Daerah Sumatera Barat (Wakapolda Sumbar) Brigjen Pol. Solihin, S.I.K. M.H. CSPHR.
Dalam paparannya, Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Solihin mengingatkan, bahaya laten peredaran narkoba yang kian marak telah masuk ke Provinsi Sumatera Barat melalui pintu- pintu Propinsi tetangga seperti Medan, Jambi, Bengkulu dan Riau yang dapat mengancam kehidupan generasi muda.
Semua jalur peredaran narkoba tersebut berhasil diungkap pihak kepolisian berkat informasi dari masyarakat.
Tak hanya itu, maraknya fenomena LGBTQ juga dapat merusak kepribadian generasi muda yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan budaya masyarakat Sumatera Barat. Kemudian penting memutus rantai perundungan (bullying) (SDG16) yang sangat merugikan indifidu, mulai dari trauma, depresi, penurunan prestasi, hingga membentuk perilaku buruk pada pelaku.
Untuk itu Brigjen Polisi Solihin mendorong pencegahan melalui edukasi empati, program anti-bullying melalui sekolah atau kampus, dukungan kepada korban dan penerapan aturan tegas serta dampak bahaya dari penyebaran berita bohong (hoaks) di kalangan mahasiswa.
Ia berharap seluruh sivitas akademika UNES-AAI Padang dapat terbebas dari jerat penyalahgunaan narkoba serta berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya, sehingga lingkungan kampus dapat terjaga bersih, sehat, dan kondusif bagi proses pendidikan.
Kampus harus menjadi ruang yang bersih dari narkoba (SDG3), perilaku menyimpang dan penyakit masyarakat, demi menjaga marwah generasi muda Sumatera Barat.
Jenderal Polisi Bintang dua itu, juga mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda baik dari ancaman narkoba, kriminalitas maupun bullying hingga penyebaran informasi bohong di lingkungan kampus. Narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak kesehatan, kehidupan sosial serta masa depan generasi muda.
Dengan demikian mahasiswa didorong tidak hanya menjadi objek pencegahan, tetapi juga berperan sebagai agen anti narkoba dan berani melaporkan jika ditemukan warga kampus yang diduga menyalah gunakan narkoba dan melaporkan kepada kepolisian melalui pihak kampus.
“Polisi bukan sosok yang menakutkan, namun Polisi sahabat masyarakat dan siap membantu masalah yang terjadi ditengah masyarakat baik dilingkungan masyarakat maupun dilingkungan kampus,” sambungnya.
Sementara itu Rektor UNES AAI Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, Ph.D mengatakan, kegiatan PKKMB ini sangat besar manfaatnya guna mempersiapkan diri mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa dengan membekali diri, tidak harus datang dari dosen semata, melainkan dari siapa pun yang dapat dijadikan sumber ilmu, sehingga setiap mahasiswa perlu menghargai setiap orang yang ada di sekitarnya.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara UNES dan Kepolisian Daerah Sumatera Barat dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari ancaman sosial bagi generasi muda,” ucap Prof. Sufyarma Marsidin.
Acara PKKBM Mahasiswa UNES ini, diisi dengan sesi tanya jawab antara Waka Polda bersama mahasiswa yang berlangsung sangat antusias.(R-Dz)







