Rp120 Triliun Digelontorkan di Sumbar, Yota Balad Dukung RS Daerah Dibidik Revitalisasi

Padang – Angka Rp120 triliun mendadak menjadi sorotan di tengah pembahasan penguatan layanan kesehatan di Sumatera Barat. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai kabupaten/kota mulai 2026.

Tak berhenti di sana, sebanyak 10.000 puskesmas dan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) juga masuk dalam agenda penguatan fasilitas kesehatan nasional.

Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR saat menghadiri Presentasi Progress Interferon Gamma Release Assay (IGRA) di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (18/9/2026).

Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan layanan kesehatan sekaligus inovasi yang dikembangkan RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Di tengah agenda tersebut, Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan di Sumatera Barat sangat penting agar masyarakat di daerah memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin memadai.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat pembangunan, khususnya di sektor kesehatan.

Sorotan lain datang dari penguatan infrastruktur dasar RSUP Dr. M. Djamil. Bukan sekadar teknologi medis, fasilitas penunjang seperti ketersediaan air bersih juga menjadi bagian penting dari ketahanan layanan kesehatan.

Dalam kesempatan itu dilakukan serah terima sumur bor oleh BWS Sumatera V Padang dengan kedalaman mencapai 124 meter, yang diposisikan untuk mendukung kebutuhan air bersih rumah sakit rujukan regional, termasuk dalam penanganan kondisi darurat pascabencana.

Benjamin mengatakan penguatan fasilitas kesehatan menjadi salah satu agenda pemerintah pusat. Di bawah arahan Presiden Prabowo, Kementerian Kesehatan mendorong pembangunan dan revitalisasi fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain target 441 RSUD pada 2026 dengan total anggaran yang disebut mencapai Rp120 triliun, pemerintah juga menargetkan renovasi 10.000 puskesmas di 7.285 kecamatan mulai 2027 serta pembangunan 514 Labkesmas di 514 kabupaten/kota yang ditargetkan rampung paling lambat 2030.

Forum tersebut juga menjadi panggung kolaborasi lintas lembaga. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan antara RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan sejumlah instansi dan mitra bidang kesehatan, termasuk Badan POM RI, PT Biofarma dan PT Kimia Farma.

Hadir pula Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Plt Kepala BWS Sumatera V Padang/Dirjen SDA Kementerian PU Reski Wahyudi, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua serta sejumlah undangan lainnya.

Menariknya, agenda yang sarat pembahasan strategis itu ditutup dengan suasana yang jauh lebih hangat. Panitia menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus yang genap berusia 63 tahun.

Kue ulang tahun dan lagu “Selamat Ulang Tahun” dinyanyikan bersama, menjadi penutup di tengah rangkaian agenda yang membawa satu pesan besar. Penguatan kesehatan tidak hanya membutuhkan anggaran dan fasilitas, tetapi juga kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga, dan daerah.(mak)