Padang Pariaman – Tahun ajaran baru biasanya datang bersama daftar pengeluaran: seragam, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan anak lainnya. Namun di Padang Pariaman, Sumatera Barat sebagian beban itu kini dipangkas pemerintah daerah. Hingga September 2026, 10.672 stel seragam sekolah gratis telah disalurkan kepada peserta didik baru kelas 1 SD dan SMP negeri.
Program tersebut kembali direalisasikan melalui penyerahan seragam di SMP Negeri 1 Sungai Geringging, Kamis (17/9/2026).
Bantuan Pemerintah daerah ini, bukan sekadar membagikan pakaian sekolah. Tetapi bagian dari kebijakan untuk membantu keluarga menghadapi biaya pendidikan anak yang harus dipenuhi sejak awal memasuki bangku sekolah.
Rp2 miliar lebih dari APBD 2026 digelontorkan untuk memastikan program tersebut berjalan. Dari total bantuan, sebanyak 5.694 stel seragam merah putih diperuntukkan bagi siswa baru SD, sedangkan 4.978 stel seragam putih biru diberikan kepada siswa baru SMP.
Bantuan seragam sekolah gratis ini menyasar peserta didik baru di 401 SD negeri dan 58 SMP negeri.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan program seragam gratis telah berjalan selama dua tahun sejak 2025 dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah.
Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya membantu orang tua memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Pemkab Padang Pariaman juga menyiapkan langkah yang lebih besar. Sekolah swasta ditargetkan ikut masuk dalam skema bantuan pada 2027.
Program ini, memang masih diperuntukkan bagi peserta didik baru sekolah negeri. Nanti aka diperluasan penerima ke sekolah swasta. Ini disiapkan sebagai bagian dari upaya memperluas dukungan pendidikan.
John Kenedy Azis juga meminta siswa tidak melihat seragam gratis sekadar sebagai pakaian bantuan. Seragam tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat untuk belajar lebih serius dan meraih prestasi.
Pemerintah daerah, katanya, ingin memastikan perhatian terhadap pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata yang dirasakan keluarga.
Ukuran program ini bukan berapa stel seragam yang dibagikan. Melainkan seberapa besar beban keluarga yang berhasil diringankan, dan seberapa jauh anak-anak mendapat kesempatan belajar dengan lebih layak.
Dari seragam yang dikenakan siswa hari ini, Pemkab Padang Pariaman ingin membangun anak Bangsa. Yakni pendidikan adalah investasi daerah, dan kebutuhan dasar siswa tidak boleh menjadi penghalang untuk bersekolah.(bay).







