Padang Pariaman – Bukan sekadar datang, melihat, lalu pulang. Kunjungan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Alamsyah, ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat membawa pesan tegas.
Proyek strategis pemerintah harus benar-benar hidup dan dirasakan masyarakat. Di tengah megahnya fasilitas yang telah dibangun, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah proyek dinyatakan selesai.
Sekitar 268 nelayan menggantungkan aktivitas ekonominya di kawasan tersebut. Angka itu membuat keberadaan KNMP Katapiang bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan menyangkut denyut kehidupan masyarakat pesisir.
Pemerintah dituntut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi memastikan kawasan tersebut mampu menggerakkan ekonomi, meningkatkan kapasitas nelayan, dan menghadirkan kesejahteraan yang nyata.
Alamsyah bersama jajaran melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus meninjau langsung kondisi KNMP Katapiang.
Ia menyebut kawasan tersebut memiliki lokasi strategis dan kondisi yang sangat baik dibandingkan sejumlah lokasi lain yang telah dikunjungi.
Namun, pujian itu sekaligus menjadi tantangan. Fasilitas yang sudah berdiri harus dijaga, dirawat, dan dikelola agar tidak berubah menjadi bangunan tanpa aktivitas yang berarti bagi masyarakat.
“Kami datang untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Kejaksaan melakukan pengawalan terhadap seluruh Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi program pemerintah,” tegas Alamsyah.
Ia mengapresiasi kontribusi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat hingga Kejaksaan Negeri setempat.
Menurutnya, proyek strategis pemerintah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dikawal agar manfaatnya berkelanjutan.
Pesan itu menemukan relevansinya dalam aspirasi para nelayan. Seusai sambutan, digelar diskusi bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan. Berbagai masukan terkait pengelolaan KNMP Katapiang disampaikan secara langsung kepada tim Jamintel.
Di sinilah ukuran keberhasilan program diuji. Bukan pada seberapa megah bangunannya, melainkan seberapa jauh kawasan itu mampu mengubah kehidupan nelayan yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari laut.
Kepala Dinas Perikanan, Alfian menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan KNMP Katapiang.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Kejaksaan Agung dan berharap dukungan serta pembinaan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kejaksaan, dapat memperkuat kapasitas nelayan.
“Apabila masih terdapat kekurangan, akan kita benahi bersama demi kemajuan kawasan dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Rombongan kemudian turun langsung meninjau fasilitas dan sarana pendukung KNMP Katapiang.
Kehadiran Jamintel bersama Anggota DPRD Padang Pariaman Wira Satria, S.Sos., jajaran pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, unsur Kejaksaan, Camat Batang Anai, Wali Nagari, nelayan dan undangan lainnya menjadi simbol bahwa proyek ini sedang memasuki babak paling menentukan.
Setelah pembangunan selesai, pertanyaan besarnya kini sederhana tetapi tajam. Mampukah KNMP Katapiang benar-benar mengangkat kehidupan 268 nelayan. Atau hanya akan menjadi proyek bagus yang kehilangan makna setelah seremoni usai?.(bay)







