Jakarta – Memasuki usia lima tahun, kendaraan membutuhkan perhatian lebih dalam hal perawatan. Pada fase ini, sejumlah komponen tidak cukup hanya diperiksa secara rutin, tetapi juga perlu dievaluasi berdasarkan kondisi dan masa pakainya.
Mobil yang telah digunakan hingga sekitar 100.000 kilometer biasanya membutuhkan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Perawatan tidak lagi sebatas mengganti oli mesin dan filter, melainkan mencakup berbagai bagian yang berpengaruh terhadap keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan.
Jenis transmisi juga menentukan komponen mana yang perlu mendapat perhatian khusus.
Pada mobil manual, pemilik sebaiknya mengecek kondisi sistem kopling, v-belt, timing belt, serta berbagai komponen kaki-kaki. Sementara pada kendaraan bertransmisi otomatis, kondisi dan kualitas oli transmisi menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
Oli transmisi yang kondisinya sudah menurun dapat memengaruhi kinerja sistem perpindahan gigi. Gejalanya antara lain perpindahan gigi terasa tidak halus atau muncul hentakan ketika transmisi bekerja.
Mengutip informasi perawatan kendaraan dari Mitsubishi, Jumat (28/8/2026), berikut sejumlah bagian mobil yang perlu diperiksa ketika kendaraan memasuki usia lima tahun:
1. Ban
Ban menjadi salah satu komponen yang berkaitan langsung dengan keselamatan. Pemilik kendaraan perlu melihat tingkat keausan telapak ban melalui indikator yang tersedia pada alur ban.
Selain ketebalan tapak, perhatikan pula apakah terdapat retakan, sobekan, benjolan, atau kerusakan lainnya. Tekanan angin harus dijaga sesuai rekomendasi agar ban bekerja secara optimal.
Menggunakan ban yang sudah aus atau rusak, terlebih dengan tekanan yang tidak sesuai, dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali dan kecelakaan.
2. Oli Mesin
Oli berfungsi melumasi sekaligus membantu melindungi berbagai komponen di dalam mesin. Karena itu, penggantian oli harus dilakukan sesuai interval yang dianjurkan.
Untuk mobil yang sudah berusia lima tahun, pemilik juga perlu memastikan spesifikasi oli yang digunakan sesuai rekomendasi pabrikan, termasuk tingkat kekentalannya.
Oli yang tepat membantu menjaga kerja mesin tetap optimal dan mengurangi risiko keausan pada komponen internal.
3. Berbagai Cairan Kendaraan
Tidak hanya oli mesin, sejumlah cairan lain juga harus mendapatkan perhatian. Beberapa di antaranya adalah minyak rem, cairan transmisi, dan minyak power steering.
Cairan pendingin mesin atau radiator juga perlu diperiksa. Penggantiannya sebaiknya mengikuti jadwal yang diberikan pabrikan atau bengkel resmi.
Penggunaan radiator coolant yang sesuai juga penting karena dapat membantu mengurangi risiko korosi pada sistem pendingin.
4. Komponen Kaki-Kaki
Setelah kendaraan digunakan bertahun-tahun, bagian kaki-kaki termasuk komponen yang berpotensi mengalami keausan.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain tie rod end, long tie rod, shock absorber, dan engine mounting.
Komponen-komponen tersebut bekerja menghadapi beban kendaraan sekaligus menerima berbagai kondisi permukaan jalan. Karena itu, pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk memastikan mobil tetap stabil dan nyaman dikendarai.
5. Sistem Penerangan
Seluruh lampu kendaraan harus dipastikan berfungsi sebagaimana mestinya. Pemeriksaan tidak hanya mencakup lampu depan, tetapi juga lampu belakang dan penerangan lain yang digunakan saat berkendara.
Jika ditemukan lampu yang mati atau mengalami gangguan, sebaiknya segera dilakukan penggantian. Sistem penerangan yang berfungsi baik membantu pengemudi melihat kondisi jalan sekaligus membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.
6. Aki dan Instalasi Kabel
Aki atau baterai juga perlu diperiksa ketika mobil sudah memasuki usia penggunaan yang cukup lama. Bersihkan bagian aki apabila diperlukan dan perhatikan kemungkinan munculnya korosi pada terminal.
Untuk jenis aki yang memang membutuhkan pemeriksaan cairan, kondisinya perlu dipantau secara berkala. Sementara itu, aki bebas perawatan memiliki prosedur pengecekan yang berbeda.
Jangan lupakan kondisi kabel-kabel di dalam kendaraan. Seiring waktu, kabel dapat mengalami penurunan kondisi. Kerusakan juga bisa terjadi akibat faktor eksternal, termasuk gigitan hewan seperti tikus.
7. Timing Belt dan V-Belt
Timing belt dan v-belt memiliki peran penting dalam kerja sejumlah sistem kendaraan. Karena mempunyai batas masa pakai, penggantiannya harus mengikuti rekomendasi pabrikan atau bengkel resmi.
Menunda penggantian komponen yang sudah mencapai batas usia atau jarak tempuh berisiko menimbulkan masalah lebih besar. Jika belt putus ketika kendaraan sedang digunakan, kerusakan yang ditimbulkan bahkan dapat merambat ke komponen lain dan membuat biaya perbaikan membengkak.
Karena itu, usia kendaraan lima tahun sebaiknya menjadi momentum bagi pemilik untuk melakukan pemeriksaan secara lebih menyeluruh. Perawatan yang dilakukan sesuai jadwal dapat membantu mendeteksi komponen bermasalah lebih awal sekaligus menjaga kendaraan tetap aman digunakan.(BY)







