Protein Lebih Tinggi, Lemak Lebih Rendah, Dada Ayam atau Telur?

Telur dan ayam mana yang lebih tinggi protein?
Telur dan ayam mana yang lebih tinggi protein?

Jakarta — Memilih makanan tinggi protein menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang sedang menjalani program penurunan berat badan. Di antara berbagai pilihan yang mudah ditemukan, telur dan daging ayam kerap menjadi andalan karena sama-sama mengandung protein dan relatif mudah diolah.

Protein sendiri merupakan salah satu zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh, selain karbohidrat dan lemak. Asupan protein yang cukup dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama, mendukung proses metabolisme, sekaligus membantu mempertahankan massa otot selama berat badan diturunkan.

Lantas, jika dibandingkan secara langsung, apakah telur atau ayam yang memberikan protein lebih banyak?

Dada Ayam Unggul dalam Kandungan Protein

Telur dan ayam memang sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan tinggi protein. Namun, berdasarkan kandungan protein per berat yang sama, daging ayam, khususnya bagian dada, memiliki jumlah protein yang lebih tinggi dibandingkan telur.

Mengacu pada data yang dikutip Health, sekitar 100 gram dada ayam menyediakan kurang lebih 32 gram protein. Sebagai perbandingan, satu butir telur hanya memberikan sekitar 6,2 gram protein.

Kandungan protein ayam juga tidak hanya terdapat pada bagian dada. Potongan ayam lainnya tetap dapat menjadi sumber protein yang cukup baik.

Data yang dilansir Healthline menunjukkan bahwa setiap 100 gram daging paha atas mengandung sekitar 25 gram protein. Sementara itu, paha bawah dan bagian sayap masing-masing menyediakan sekitar 24 gram protein.

Artinya, bagi orang yang ingin mendapatkan protein dalam jumlah tinggi dari satu porsi makanan, dada ayam menjadi salah satu pilihan yang lebih efisien.

Berapa Banyak Telur yang Dibutuhkan?

Telur tetap bisa digunakan sebagai sumber protein, terutama bagi mereka yang lebih menyukai telur atau membutuhkan pilihan makanan yang praktis. Namun, jumlah yang dikonsumsi perlu diperhatikan jika ingin menyamai protein dari satu porsi dada ayam.

Secara kasar, diperlukan sekitar lima butir telur untuk memperoleh protein yang mendekati kandungan protein dalam 100 gram dada ayam.

Meski begitu, membandingkan sumber protein sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah proteinnya. Kandungan zat gizi lain, termasuk lemak dan total kalori, juga penting diperhitungkan, terutama ketika tujuan utamanya adalah menurunkan berat badan.

Perhatikan Kandungan Lemaknya

Dibandingkan dengan dada ayam tanpa kulit, telur memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Dua telur berukuran besar dengan berat total sekitar 100 gram mengandung kurang lebih 10 gram lemak.

Sebaliknya, 100 gram dada ayam memiliki kandungan lemak sekitar 3,2 gram.

Perbedaan tersebut membuat dada ayam tanpa kulit menjadi pilihan yang cukup menarik bagi orang yang ingin meningkatkan protein sekaligus mengontrol asupan lemak dan kalori.

Namun, bukan berarti telur harus dihindari ketika sedang diet. Telur tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Yang terpenting adalah memperhatikan jumlah konsumsi, cara memasak, serta keseluruhan asupan makanan dalam sehari.

Jadi, jika prioritasnya adalah mendapatkan protein tinggi dengan kandungan lemak yang lebih rendah, dada ayam tanpa kulit menjadi pilihan yang lebih unggul. Sementara telur tetap bisa dipilih sebagai alternatif sumber protein yang praktis dan mudah dipadukan dengan berbagai menu.(BY)