Prabowo Kerahkan 1.500 Personel TNI dan 6 Helikopter untuk Tangani Karhutla Kalbar

Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

JakartaPemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Barat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penambahan personel militer dan dukungan armada udara untuk mempercepat upaya pemadaman di sejumlah titik terdampak.

Dalam rapat penanganan karhutla yang dipimpin Prabowo pada Sabtu (22/8/2026), pemerintah membahas perkembangan terbaru kondisi kebakaran di Kalimantan Barat serta langkah yang perlu segera dilakukan di lapangan.

Salah satu keputusan yang diambil adalah mengirim tambahan tiga batalyon TNI dengan jumlah sekitar 1.500 personel. Pasukan tersebut berasal dari luar wilayah Kalimantan dan dijadwalkan mulai bergerak hingga Minggu (23/8/2026) pagi.

Penambahan kekuatan tersebut diharapkan dapat membantu petugas yang sudah berada di lapangan, khususnya dalam menangani titik api yang masih terdeteksi di beberapa kawasan.

Selain personel, pemerintah juga menyiapkan tambahan kekuatan udara. Sebanyak enam helikopter berukuran besar akan digunakan untuk menjalankan operasi water bombing.

Armada tersebut dijadwalkan tiba pada Sabtu sore dan akan memperkuat upaya pemadaman dari udara. Penggunaan helikopter menjadi salah satu strategi untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani hanya dengan operasi darat.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat

Prabowo juga meminta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ditingkatkan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pemerintah berharap kondisi cuaca dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi intensitas kebakaran.

Penanganan juga diarahkan secara khusus ke kawasan lahan gambut. Api di wilayah tersebut tidak selalu terlihat dari permukaan karena titik panas dapat bertahan di bawah tanah dan menyulitkan proses pemadaman.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah diminta menambah pompa pemadaman serta peralatan pengeboran sumber air yang dapat digunakan di area gambut.

Peralatan tersebut diharapkan mampu membantu petugas menjangkau titik panas di bawah permukaan sehingga potensi api kembali muncul dapat ditekan.

Pemda Diminta Perkuat Pencegahan

Selain mempercepat pemadaman, Prabowo mengingatkan pemerintah daerah agar memperketat langkah pencegahan. Pemerintah daerah diminta menjalankan aturan secara tegas di wilayah masing-masing agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa penguatan pencegahan menjadi bagian penting dari penanganan karhutla.

Dengan kombinasi tambahan sekitar 1.500 personel TNI, enam helikopter water bombing, peningkatan operasi modifikasi cuaca, serta penambahan peralatan untuk lahan gambut, pemerintah menargetkan penanganan kebakaran di Kalimantan Barat dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan agar penanggulangan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencegah munculnya kebakaran baru di kemudian hari.(BY)