38 Tim Gerak Jalan Semarakan HUT ke-81 RI, Nasionalisme ASN Pariaman Diuji

Kota Pariaman – Sebanyak 38 tim peserta lomba gerak jalan resmi dilepas dari Halaman Balaikota Pariaman, Kamis (13/8/2026), dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mewakili Wali Kota Pariaman Yota Balad, Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Sekdako) Elfis Candra melepas langsung para peserta bersama kepala OPD dan unsur Forkopimda.

Namun, di balik kemeriahan itu, lomba ini membawa pesan lebih besar. Menguji disiplin, kekompakan, dan semangat kebangsaan aparatur pemerintah.

Bagi Pemko Pariaman, gerak jalan bukan sekadar barisan seragam yang melintas di jalanan kota.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat mental ASN. Setiap langkah harus seirama, setiap barisan harus tertib, dan setiap peserta dituntut mampu menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi.

Elfis Candra menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan memperingati kemerdekaan.

Menurutnya, lomba gerak jalan menjadi wadah bagi ASN untuk melatih keberanian, kedisiplinan, rasa percaya diri, mental, serta kekompakan.

“Nilai-nilai tersebut dinilai penting karena ASN merupakan bagian dari wajah pelayanan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat” kata Elfis.

Gerak jalan akhirnya menjadi simbol sederhana tentang bagaimana birokrasi seharusnya bekerja. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketika satu orang keluar dari barisan, ritme seluruh kelompok dapat terganggu.

Begitu pula dalam pemerintahan, ego sektoral dan lemahnya koordinasi dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat. Kekompakan yang dibangun melalui kegiatan tersebut idealnya tidak berhenti ketika perlombaan selesai.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga dimanfaatkan untuk menanamkan kembali rasa cinta tanah air dan semangat juang di kalangan ASN.

Elfis menyebut kegiatan ini sebagai momentum mempererat hubungan antarinstansi, memperkuat persatuan dan kesatuan, sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Di sisi lain, pesan keselamatan juga menjadi perhatian. Elfis meminta seluruh peserta berhati-hati selama berada di jalan dan tetap menjaga kekompakan hingga garis finis.

Pesan tersebut penting mengingat kegiatan melibatkan puluhan tim yang bergerak bersama di ruang publik dengan membawa semangat kompetisi sekaligus perayaan kemerdekaan.

Pada akhirnya, siapa yang menjadi juara hanyalah bagian kecil dari perlombaan. Yang jauh lebih penting adalah apakah semangat yang diteriakkan di jalan benar-benar ikut masuk ke ruang-ruang pelayanan pemerintahan.

Sebab nasionalisme ASN bukan hanya soal seragam, barisan, dan yel-yel kemerdekaan. Nasionalisme seharusnya terlihat ketika aparatur disiplin bekerja, kompak melayani, dan hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Pariaman.(mak).