Bawa Nama Pariaman ke Cibubur, Pramuka Muda Dilepas dengan Pesan Tegas

Kota Pariaman – Bukan sekadar perjalanan menuju arena perkemahan. Puluhan Pramuka Penggalang Kota Pariaman berangkat membawa satu beban besar, nama daerah. Dari Kota Tabuik menuju Bumi Perkemahan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, kontingen Kwarcab 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII yang berlangsung 13-20 Agustus 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Selasa (11/8/2026). Wali Kota Pariaman Yota Balad selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman melepas langsung rombongan, didampingi Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman yang juga Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Momen itu turut disaksikan para orang tua yang melepas keberangkatan anak-anak mereka dengan rasa bangga sekaligus harap-harap cemas.

Dengan menggunakan bus Al Hijrah melalui jalur darat, rombongan menempuh perjalanan panjang menuju Cibubur, Jakarta Timur.

Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi menjadi langkah awal bagi para Pramuka muda untuk bertemu dengan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, belajar, berkompetisi, bersosialisasi, sekaligus membawa cerita tentang Pariaman ke panggung nasional.

Di hadapan para peserta, Yota Balad menitipkan pesan yang terdengar sederhana namun sarat tanggung jawab. Ia meminta seluruh kontingen menjaga nama baik daerah, kesehatan, serta sikap selama mengikuti seluruh rangkaian Jamnas.

Menurutnya, setiap peserta bukan hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga membawa nama Kota Pariaman selama berada di Cibubur.

“Jaga nama daerah, jaga kesehatan dan jaga sikap selama mengikuti kegiatan Jamnas. Ikuti seluruh kegiatan dengan baik, agar pengalaman yang didapat dapat dibagikan nanti kepada rekan-rekan Pramuka ketika kembali ke Kota Pariaman,” ujar Yota Balad.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Jamnas merupakan ruang pembentukan karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan persaudaraan.

Para Pramuka dituntut mampu menyerap pengalaman sebanyak mungkin, kemudian membawa pulang nilai-nilai positif tersebut untuk ditularkan kepada generasi Pramuka lainnya di Kota Pariaman.

Yota Balad juga memberikan perhatian khusus kepada para pembina pendamping. Ia meminta mereka tidak lengah dalam mengawasi seluruh peserta selama perjalanan maupun mengikuti kegiatan di lokasi perkemahan.

“Kepada Pembina Pendamping, untuk dapat mengawasi dan menjaga seluruh peserta kontingen, agar dapat mengikuti Jambore Nasional ini dengan baik dan lancar,” tegasnya.

Kini bus yang membawa kontingen Pramuka Kota Pariaman bergerak menuju Cibubur. Para orang tua melepas dengan doa, sementara para peserta membawa semangat dan kebanggaan daerah.

Di tengah ribuan Pramuka dari penjuru Indonesia, mereka akan membuktikan satu hal. Anak-anak Kota Pariaman juga mampu berdiri percaya diri, belajar, berkarya, dan membawa nama daerahnya sejauh mungkin.(mak).