ASN Pariaman Bertanding: Olahraga atau Adu Gengsi?

Kota Pariaman – GOR Rajo Bujang, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, mendadak riuh. Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai instansi di Kota Pariaman turun gelanggang, bukan untuk berebut jabatan atau kursi kekuasaan, melainkan mengadu ketangkasan dalam Perlombaan Olahraga Antar Instansi (OAI) se-Kota Pariaman, Senin (10/8/2026).

Namun di balik semangat kompetisi, pesan Wali Kota Pariaman Yota Balad justru menohok: jangan sampai pertandingan berubah menjadi permusuhan.

“Olahraga ini bukan untuk memperebutkan jabatan, tapi untuk menjalin kebersamaan,” tegas Yota Balad saat membuka kegiatan tersebut. Ia mengingatkan, menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan.

Yang jauh lebih penting, menurutnya, adalah sportivitas, kesehatan, kebahagiaan, dan kekompakan ASN. Sebuah pesan yang terdengar sederhana, tetapi menjadi penting ketika kompetisi antarinstitusi berpotensi berubah menjadi ajang adu gengsi.

OAI digelar Pemerintah Kota Pariaman untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung 10-13 Agustus 2026 dengan mempertandingkan tiga cabang olahraga, yakni tenis meja, bulu tangkis, dan gerak jalan.

Pesertanya bukan hanya berasal dari perangkat daerah, tetapi juga melibatkan Forkopimda serta BUMN dan BUMD se-Kota Pariaman. Total peserta mencapai lebih kurang 200 orang.

Di tengah rutinitas pelayanan publik yang menguras tenaga, Yota Balad justru meminta ASN tidak menjadikan kesibukan bekerja sebagai alasan meninggalkan olahraga.

“Kami tahu Anda semua sudah lelah dalam bekerja, tetapi jangan dijadikan olahraga sebagai alasan untuk tidak melakukan pekerjaan,” ujarnya.

Ia bahkan mendorong ASN menikmati olahraga sekaligus mengembangkan potensi sport tourism, tanpa harus pergi jauh dari Kota Pariaman.

Yota Balad menegaskan, olahraga harus menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, bukan tembok baru di antara sesama abdi negara.

“Mari kita giatkan olahraga dan jangan lupa bekerja untuk melayani masyarakat sekaligus melaksanakan pembangunan Kota Pariaman,” katanya.

Sebab, setelah peluit pertandingan berhenti, masyarakat tetap menunggu ASN kembali bekerja dan memberikan pelayanan terbaik.

Rangkaian pertandingan dibuka dengan tenis meja yang berlangsung 10-12 Agustus, diikuti 41 peserta putra dan 25 peserta putri. Pada waktu yang sama, bulu tangkis mempertemukan 45 tim putra dan 30 tim putri.

Puncaknya, gerak jalan digelar 13 Agustus dengan titik start dari Balai Kota Pariaman dan diikuti 30 tim. Arena olahraga pun menjadi panggung kecil tempat kekompakan, ambisi, dan semangat kemerdekaan dipertarungkan secara sehat.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan OAI merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun.

Ia berharap para peserta kembali menorehkan prestasi dan mampu meningkatkan capaian dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Evaluasi juga akan terus dilakukan agar pelaksanaan OAI berikutnya semakin meriah dan mampu menghadirkan semangat kompetisi yang lebih positif” ucap Hertati.

Di balik raket, bet tenis meja, dan barisan gerak jalan, ada satu pertaruhan yang jauh lebih besar daripada sekadar gelar juara: bagaimana ASN tetap solid setelah pertandingan berakhir.(mak).